Inilah Alasannya Mengapa Beberapa Orang Tidak Bisa Gemuk Meski Makan Banyak

Ketika melihat kondisi bentuk tubuh pada kebanyakan orang. Kemungkinan anda telah menyadari bahwa terdapat beberapa orang yang mempunyai kondisi bentuk tubuh yang kurus di sepanjang hidupnya. Tidak pernah dilihat bentuk perubahan seperti bertambah gendut ataupun telah mengalami kondisi kenaikan berat badan.

Jikalau pun mengalami kenaikan kondisi berat badannya, maka hal tersebut akan segera turun dengan sangat cepat. Sehingga bentuk kondisi tubuh mereka akan tetap kembali ramping serta sangat sering membuat kebanyakan orang menjadi iri. Banyak dari kita kemungkinan sangat sering bercanda "jika dapat mentransfer kandungan lemakku ke dalam tubuhmu".



Tipe tubuh untuk setiap orang dapat dijelaskan dengan cara ilmiah. Hal ini termasuk beberapa orang yang tidak akan pernah gemuk seperti ini. Menurut seorang profesor dari ilmu gizi dan makanan telah mengatakan bahwa tidak ditemukan jawaban yang sangat sederhana untuk hal ini.

Faktor kebiasaan makan merupakan penentu masalah tubuh kurus
"Terdapat faktor nutrisi, kebiasaan ataupun perilaku makan, maupun faktor genetik, yang sudah mempengaruhi masalah seperti ini. Bahkan sejauh masing-masing dari faktor itu memiliki peran yang bervariasi terhadap setiap individu.

Salah satu dari faktor yang sangat jarang disadarai mereka akan tetapi sesungguhnya sangat memegang peranan penting di dalam bertambahnya kondisi berat badan yaitu persepsi. Orang telah mengira bahwa orang-orang yang kondisi tubuhnya kurus dapat makan segala yang dia sukai tanpa menambah kondisi berat badan. Sesungguhnya, mereka akan makan lebih sedikit dibandingkan dengan orang pada umumnya.

Orang-orang yang kurus dapat menjadi tidak tahan untuk makan banyak. Mereka makan semua yang disukai dengan porsi yang kecil, ataupun tidak pernah dapat menghabiskan makanannya. Atau kemungkinan mereka akan mengunyah makanan secara perlahan, kemudian berhenti sesudah beberapa gigitan yang disebabkan oleh rasa kenyang.

Gaya hidup maupun genetik pun dapat menentukan berat badan
Aktivitas fisik juga bisa membuat perbedaan, serta hal tersebut tidak harus dilakukan lewat olahraga rutin setiap hari. Orang-orang yang memiliki pekerjaan aktif menuntutnya kegerakan fisik secara intens. Apakah hal itu dengan jalan bolak-balik, atau dengan mengangkat barang bahkan mengurus anak serta melakukan kegiatan beres rumah. Hal ini akan menjadi tanda terjadinya pembakaran kalori yang lebih banyak jika dibanding dengan kerjanya yang hanya duduk diam.

Gerakan ekstra tersebut pun bisa meningkatkan kondisi metabolisme dalam tubuh. Sehingga kalori tidak akan ditumpuk serta dapat diubah menjadi lemak. Semakin banyak terjadi pergerakan, maka akan semakin banyak pula mitokondria yang ada di dalam sel-sel otot, serta akan semakin mudahlah untuk kalori yang diubah menjadi energi. Lebih banyak mitokondria, artinya akan semakin banyak kalori yang dapat dibakar oleh tubuhnya.

Genetika bisa memiliki peran untuk kecenderungan seseorang agar dapat menambah ataupun menurunkan kondisi berat badan. Untuk penelitian ada sekitar 1.622 orang yang sehat dengan kondisi indeks massa tubuh (BMI) yang sangat rendah, sekitar 1.985 orang dengan kondisi obesitas berat serta 10.433 orang dengan kondisi berat badan normal diuji. Penelitian juga menemukan bahwa untuk peserta kurus mempunyai yang lebih sedikit gen terkait obesitas. Akan tetapi tidak serta merta dirinya dapat bebas dari masalah obesitas, kemungkinan hal tersebut dialami akan tetapi kecil.

Jadi, dapat ditarik kesimpulannya bahwa untuk kondisi tubuh kurus sepanjang usia yang dialami oleh orang-orang tertentu mempunyai sangat banyak faktor. Hal ini yang dimulai lewat kebiasaan makan, persepsi hingga genetik, aktivitas fisik, memegang peranan yang penting untuk dapat menentukan seseorang cenderung kurus ataupun tidak.