Cara Mengendalikan Emosi Saat Anak Sedang Rewel di Masa Pandemi

Kondisi pandemi tidak hanya memengaruhi kondisi kesehatan fisik seseorang, namun juga kesehatan mental. Tidak terkecuali pada anak-anak.
Mobilitas sosial yang terbatas seperti aturan jaga jarak, proses belajar yang dilaksanakan daring tentu dapat buat anak-anak jadi rewel, stres, serta jenuh.

Melihat anak rewel tentu akan membuat semua orangtua juga ikut stres sampai tanpa sadar selalu meluapkan emosi terhadap anak. Padahal, meluapkan emosi yang telah dilakukan ke anak seperti halnya membentak anak akan berdampak dengan tumbuh kembang si anak di masa mendatang.
Untuk dapat mencegahnya, maka seorang Psikolog yang merupakan juga founder APDC Indonesia, bernama Analisa Widyaningrum sudah membagikan tips untuk kelola emosi ketika sedang menghadapi kondisi anak sedang rewel di masa pandemi. Simak berikut ini selengkapnya.



1. Berusaha terbuka pada anak
Alih-alih memendam masalah yang sedang dialami oleh orangtua. Analisa justru sangat menyarankan orang tua agar berusaha terbuka kepada anak-anak mereka. Akan tetapi dengan catatan yaitu ceritakanlah masalah dengan bahasa sederhana supaya sangat mudah dimengerti oleh anak.
“Dengan menjalin komunikasi yang dekat secara terbuka dengan anak. Maka secara tidak langsung kita sebagai orang tua dapat meredam energi negatif maupun dapat mencegah meluapkan emosi yang terjadi pada anak. Jadi ceritakan saja seperti, "nak, sekarang ini mama lagi pusing akibat kerjaan lagi banyak". Tetapi dengan syarat, sesuaikan juga dengan kondisi usia si anak. Ceritakan dengan bahasa yang sederhana supaya mudah untuk dipahami olehnya,” ungkap Analisa dalam pertemuan virtual Wardah,

2. Mendengarkan masalah anak
Anak-anak dari segala usia, khususnya anak kecil. Mungkin mengalami kesulitan dalam memahami perasaan mereka serta mungkin tidak mampu menggambarkan emosi mereka. Membantu anak-anak saat menyebutkan segala sesuatu yang sedang dirasakan oleh mereka bisa membantu anak untuk dapat memahami perasaan anak serta tidak merasakan sedang terbebani oleh anak.

Untuk itu, para orangtua bisa mengajukan pertanyaan secara terbuka ke anak-anak mengenai perasaan mereka. “Jadi sesudah anak mendengarkan apa saja yang sedang dialami, maka cobalah gantian untuk mendengarkan perasaan anak. Bantu mereka untuk mengidentifikasi emosi,” ungkap Analisa.

3. Ciptakan aktivitas seru
Situasi pandemi menjadi momen kebersamaan keluarga. Supaya si anak tidak mudah bosan, maka ciptakanlah suatu aktivitas yang seru, misalnya seperti bercocok tanam, memasak bersama, ataupun menonton film di rumah.

“Dengan melakukan suatu aktivitas yang seru tersebut, maka secara tak langsung kita akan menghilangkan kekhawatiran terhadap anak sekaligus untuk mengurangi energi negatif yang ada dari diri kita sendiri sebagai orang tua. Jadi kenali, sadari, terima bahwa kondisi kita memang tidak sedang baik-baik saja, dan kemudian kelola,” ujarnya.