Penyebab dan Gejala Penyakit Chlamydia serta Cara Penyembuhan maupun Pencegahan

Pengertian Chlamydia
Chlamydia adalah suatu jenis penyakit yang menular secara seksual yang sering terjadi dan sangat sering dijumpai. Penyakit seperti ini bisa menginfeksi baik pria ataupun wanita. Walaupun adalah suatu jenis gangguan kesehatan yang mudah untuk diatasi, jangan sepelekan kondisi chlamydia. Apabila dibiarkan serta tidak diobati dengan cara tuntas, gangguan seperti ini dapat merusak sistem reproduksi pada wanita dengan bentuk penyakit radang panggul yang akan mempersulit terjadinya kondisi kehamilan di kemudian hari.
Chlamydia juga dapat menyebabkan kehamilan ektopik ataupun kehamilan di luar rahim yang dapat berakibat fatal. Selain itu, chlamydia yang tidak ditangani dengan baik memiliki risiko terhadap penyebab kelahiran prematur dan infeksi mata yang bisa menyebabkan kebutaan serta pneumonia yang terjadi pada bayi baru lahir.


Diagnosis Chlamydia
Dokter bisa menentukan diagnosis penyakit menular lewat seksual ini dari gejala yang muncul. Meskipun pada awalnya mungkin tidak kelihatan gejala yang berarti. Oleh sebab itu dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan di laboratorium untuk dapat memastikan infeksi chlamydia.
Sampel yang dipakai yaitu urine ataupun cairan dari organ vagina dan organ penis. Umumnya apabila seseorang didiganosis akan mengalami penyakit seperti ini, maka untuk kesehatan pasangan seksualnya juga butuh segera diperiksakan.




Gejala Chlamydia
Kebanyakan orang yang terinfeksi penyakit chlamydia tidak mempunyai gejala yang berarti. Meskipun tidak bergejala khusus, maka infeksi tersebut akan tetap berbahaya serta bisa merusak sistem reproduksi.
Gejala yang umumnya terjadi terhadap wanita seperti:
  • keputihan abnormal
  • rasa terbakar ataupun nyeri saat buang air kecil (BAK)
  • nyeri saat menstruasi
  • perdarahan di antara siklus menstruasi
  • nyeri perut dan demam
  • nyeri saat berhubungan intim
  • rasa gatal ataupun terbakar di bagian dalam ataupun di sekitar vagina
Gejala yang terjadi terhadap pria umumnya akan meliputi:
  • timbul cairan bening ataupun sedikit keruh dari penis
  • rasa nyeri ketika BAK
  • rasa terbakar maupun gatal di ujung penis
  • nyeri maupun bengkak pada salah satu ataupun kedua skrotum
Gejala lain juga bisa muncul di rektum (yaitu area ujung usus besar sebelum anus) apabila mereka yang telah terinfeksi chlamydia melakukan hubungan seksual anal. Gejala bisa meliputi seperti rasa nyeri pada anus, keluarnya cairan, ataupun terjadi perdarahan lewat anus.


Pengobatan Chlamydia
Penyakit menular seksual karena penyakit chlamydia dapat diatasi lewat pengobatan yang tepat. Dokter akan memberikan jenis obat antibiotik misalnya azitromisin ataupun doxisiklin. Pemakaian obat seperti ini perlu pengawasan dari dokter.
Penting untuk mengkonsumsi obat dengan cara teratur hingga habis untuk memperoleh hasil maksimak dan benar-benar terbebas dari gangguan infeksi bakteri ini serta dapat terhindar dari komplikasi. Infeksi yang parah kemungkinan memerlukan perawatan di rumah sakit untuk dapat pemberian antibiotik lewat pembuluh darah.


Penyebab Chlamydia
Penyebaran infeksi bakteri chlamydia yang sebagian besar terjadi yaitu lewat hubungan secara seksual yang tidak aman serta tanpa adanya perlindungan, baik vaginal, anal, maupun oral. Infeksi ini juga bisa menyebar ke bayi lewat proses persalinan.
Berhati-hatilah jika pernah terinfeksi karena hal ini bukan berarti seseorang akan mempunyai antibodi. Sebaliknya, infeksi jenis seperti ini juga bisa berulang.


Pencegahan Chlamydia
Untuk bisa mencegah penularan chlamydia, maka alangkah baiknya untuk selalu memakai pengaman ketika melakukan hubungan. Terlebih jika seseorang tergolong mengalami risiko ataupun pernah mengalami infeksi penyakit chlamydia. Hindari berhubungan ketika sedang terinfeksi serta sedang menjalani masa pengobatan.
Pastikan Anda benar-benar telah sembuh, sebelum Anda melakukan hubungan berikutnya. Jika perlu, Anda dapat melakukan tes laboratorium terkait kesehatan terlebih dahulu. Demi keamanan pasangan Anda, maka anda juga memiliki keamanan diri sendiri.