Penyebab dan Gejala Batuk-Batuk, serta Cara Penyembuhannya [Terlengkap]

Pengertian Batuk-batuk
Batuk-batuk adalah refleks tubuh untuk dapat membersihkan kondisi saluran napas dari lendir ataupun bahan menjadi penyebab iritasi lain misalnya seperti debu ataupun asap. Refleks batuk ini merupakan reaksi normal serta pertanda bahwa kondisi tubuh berfungsi dengan baik.
Jika terjadi batuk kering umumnya tenggorokan terasa gatal walaupun tidak terdapat dahak (lendir kental). Sedangkan batuk berdahak artinya telah terjadi produksi dahak yang sebenarnya memiliki fungsi untuk dapat membersihkan saluran napas.


Diagnosis Batuk-batuk
Batuk-batuk pada dasarnya termasuk gejala dari suatu penyakit. Untuk dapat mengetahui penyebab dari batuk umumnya dokter akan menanyakan mengenai riwayat dari kesehatan seseorang serta melakukan pemeriksaan fisik.
Selain itu, untuk memperoleh hasil pemeriksaan yang lebih detil dapat dilakukan dengan pemeriksaan penunjang misalnya seperti tes darah, radiologi sinar X di dada, tes alergi, ataupun analisis sampel dahak. Namun pemeriksaan lengkap macam ini biasanya tidak akan dilakukan apabila dokter menganggap seseorang lebih terindikasi untuk mengalami batuk-batuk biasa.



Gejala Batuk-batuk
Batuk-batuk umumnya merupakan gejala ringan dari flu. Biasanya terdapat tanda lain, misalnya seperti:
  • tenggorokan gatal pada batuk kering
  • banyak lendir ataupun dahak pada batuk berdahak
  • meriang atau menggigil
  • bersin-bersin atau pilek ataupun hidung tersumbat
  • nyeri kepala

Pengobatan Batuk-batuk
Batuk umumnya yang disebabkan oleh adanya virus yang akan berhenti serta sembuh dengan sendiri dalam waktu 3 minggu. Perawatan di rumah dengan istirahat yang cukup, minum banyak air putih, serta minum obat yang tepat mampu untuk membantu penyembuhan. Apabila pengobatan sudah berlangsung lebih dari 3 minggu serta batuk tidak juga tidak hilang, maka kembali akan periksakan diri ke dokter untuk dapat menemukan penyebab lainnya.
Obat batuk yang dijual secara bebas ada kalanya bisa membantu meringankan gejala. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa obat batuk seperti ini belum tentu tepat dikonsumsi oleh semua orang. Anak yang berusia di bawah 6 tahun maka tidak boleh mengkonsumsi obat batuk. Sementara untuk anak berusia 6 hingga 12 tahun, maka pemberian obat batuk harus dalam pengawasan dokter.

Penyebab Batuk-batuk
Terdapat banyak penyebab batuk-batuk, terutama batuk akut. Berikut beberapa di antaranya yaitu:
  • Infeksi saluran pernapasan atas yang telah menyerang tenggorokan serta sinus, misalnya seperti gangguan flu, sinusitis, radang tenggorokan, dan batuk rejan.
  • Infeksi saluran pernapasan bawah yang telah menyerang trakea (yaitu batang tenggorok), bronkus (yaitu saluran pernapasan di bagian rongga dada), bronkiolus (yaitu cabang saluran bronkus), serta paru-paru misalnya seperti bronkitis ataupun pneumonia.
  • Alergi misalnya seperti alergi rhinitis (radang selaput hidung).
  • Kekambuhan dari penyakit kronik misalnya seperti asma, bronkitis kronik serta penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Terhirup debu atau asap
Batuk pada usia anak-anak umumnya juga disebabkan oleh adanya infeksi pada saluran napas atas, asma, ataupun GERD. Bisa juga disebabkan oleh:
  • Bronkiolitis (yaitu radang di batang saluran pernapasan)
  • Croup (yaitu infeksi virus yang dapat menyebabkan peradangan serta pembengkakan yang terjadi di saluran pernafasan di bagian atas, yaitu bagian laring, trakea dan bronkus)
  • Batuk rejan (yang dikenal juga sebagai pertussis ataupun batuk 100 hari karena infeksi bakteri di saluran pernapasan)

Pencegahan Batuk-batuk
Umumnya batuk-batuk akan sembuh jika infeksi bakteri yang terjadi sudah diatasi. Untuk dapat mencegah infeksi bakteri, kuman, maupun debu, maka lakukan perubahan terhadap gaya hidup yang akan mendukung kesehatan secara umum, misalnya seperti:
  • mengonsumsi makanan sehat sehingga tubuh mempunyai daya tahan untuk dapat membantu mencegah infeksi pada paru-paru serta seluruh sistem saluran pernapasan.
  • olahraga ringan dan teratur supaya berat badan lebih stabil serta sistem pernapasan terlatih. Kelebihan berat badan akan membuat tubuh untuk menanggung beban terhadap sistem pernapasan yang akan membuat bernapas menjadi lebih sulit. Olahraga akan melatih organ paru-paru maupun jantung untuk dapat bekerja lebih efisien dan optimal.
  • menghindari lingkungan berasap kabut.
  • berhenti merokok serta hindari semampunya menjadi perokok pasif. Karena terpapar asap rokok yang menjadi perokok pasif kini telah diketahui sama bahayanya dengan perokok aktif.
  • menghindari alergen ataupun bahan-bahan ataupun lingkungan yang kemungkinan menjadi pemicu terjadinya gejala alergi terhadap tubuh Anda.
  • tingkatkan daya tahan tubuh supaya tehindar dari gangguan flu ataupun selesma.