Penyakit Atresia Bilier dan Cara Penyembuhannya [Terlengkap]

Pengertian Atresia Bilier
Atresia bilier yaitu salah satu dari jenis kelainan yang terjadi di saluran metabolisme bayi yang baru lahir. Penyakit yang termasuk gangguan hati ini sifatnya sangat kronis, progresif, serta baru dapat diketahui saat bayi sudah lahir.
Dalam organ hati ditemukan saluran empedu yang fungsinya mengalirkan cairan empedu yang diproduksinya, dari hati menuju usus dan ginjal. Cairan empedu tersebut membawa suatu produk sisa metabolisme serta akan dikeluarkan dari tubuh lewat usus dan ginjal.

Pada atresia bilier akan terjadi sumbatan ataupun gangguan pada saluran empedu. Akibatnya cairan empedu tidak bisa meninggalkan organ hati, kemudian menyebabkan kerusakan di organ hati, serta dapat mengganggu fungsi tubuh lainnya. Penyakit ini memerlukan penanganan segera karena bisa berakibat fatal apabila tidak tertangani dengan baik.

Penyebab Atresia Bilier
Penyebab pasti atresia bilier sampai saat ini masih belum diketahui. Salah satu kemungkinan yaitu karena terjadi gangguan ketika berlangsung proses perkembangan hati serta saluran empedu saat bayi berada di dalam kandungan.

Dugaan lain terkait dengan ditemukannya paparan terhadap infeksi ataupun zat beracun di dalam kandungan ataupun sebelum lahir. Walaupun demikian, sampai saat ini masih belum diketahui ada hubungan kelainan genetik, obat yang telah dikonsumsi ibu, penyakit ibu, ataupun hal lainnya yang telah dilakukan oleh sang ibu saat masa hamil, dengan atresia bilier.



Penyakit ini sangat jarang muncul pada lebih dari satu penderita di dalam suatu keluarga. Atresia bilier lebih sering terjadi terhadap anak perempuan dibandingkan dengan anak laki-laki. Penyakit ini juga sangat sering terjadi terhadap orang Asia, Afrika-Amerika, serta bayi prematur, jika dibandingkan dengan ras Kaukasia.

Diagnosis Atresia Bilier
Dokter akan menduga ditemukannya atresia bilier pada sang bayi dengan suatu gejala seperti jaundice (yaitu kulit kekuningan) serta perubahan warna urine saat feses. Pada pemeriksaan fisik bisa dijumpai warna kuning pada mata ataupun kulit serta pembesaran organ limpa.

Setelah itu dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan, diantaranya seperti pemeriksaan darah, untuk dapat membantu menetapkan diagnosis. Pemeriksaan darah yang dilakukan seperti:
  • enzim hati
  • bilirubin
  • albumin dan total protein
  • waktu pembekuan darah
  • infeksi hepatitis atau HIV
  • kultur darah
Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan yaitu dengan pemeriksaan USG, sinar X di bagian perut serta saluran empedu (cholangiogram), biopsi hati, dan hepat obiliary iminodiacetic acid (HIDA), scan dengan teknik kedokteran nuclear. Pemeriksaan yang bisa memberikan diagnosis pasti yaitu biopsi hati.

Biopsi hati diketahui mampu menyingkirkan kemungkinan diagnosis lainnya. Diagnosis macam ini bisa ditentukan saat dilakukan operasi yang disebut dengan pembedahan diagnostik. Pada pembedahan diagnostik seperti ini bisa juga dilakukan pembetulan ataupun koreksi.

Gejala Atresia Bilier
Bayi dengan atresia bilier biasanya tampak seperti bayi yang sehat ketika lahir. Gejala umumnya baru muncul di minggu kedua sampai usia dua bulan.

Gejala awal umumnya yaitu muncul kuning pada bola mata serta kulit atau jaundice. Kuning yang terjadi akibat tinggi dengan kadar bilirubin ataupun zat warna empedu di peredaran darah. Hiperbilirubin ini juga bisa terjadi akibat adanya gangguan organ hati lainnya.

Gejala atresia bilier lainnya meliputi:
  • urine berwarna gelap
  • warna feses abu-abu ataupun tekstur dempul misalnya seperti tanah liat
  • feses yang mengambang dan berbau tajam
  • perut yang buncit atau distensi
  • penurunan berat badan
Pada satu bulan pertama, maka bayi akan mengalami kondisi kenaikan berat badan. Sesudah itu baru akan terjadi kondisi penurunan berat badan. Bayi biasanya juga akan rewel sehingga akan memperparah jaundice-nya.


Pengobatan Atresia Bilier
Atresia bilier hanya bisa diobati dengan pembedahan. Metode yang dipakai yaitu prosedur Kasai, yang akan membuat saluran penghubung dari organ hati dengan usus halus. Saluran empedu yang tidak normal dilewati.

Operasi akan sangat berhasil apabila dilakukan pada bayi usia yang berusia delapan minggu ataupun sebelum usia tiga bulan. Prosedur seperti ini akan dapat membantu anak untuk terus tumbuh baik serta sehat dalam beberapa tahun. Akan tetapi, penderita tetap memerlukan transplantasi hati. Hal ini dibutuhkan karena umumnya tetap terjadi gangguan hati karena menumpuknya cairan empedu di organ hati.

Pencegahan Atresia Bilier
Atresia bilier tidak dapat dicegah karena untuk penyebab pasti dari penyakit ini masih belum diketahui.