Penyakit Atresia Ani dan Cara Penyembuhannya [Terlengkap]

Pengertian Atresia Ani
Atresia ani yaitu kelainan bawaan yang memiliki hubungan dengan sistem pencernaan. Kelainan ini bisa menyebabkan ketidaksempurnanya dengan bentuk saluran dari rektum (yaitu tempat penyimpanan feses sementara yang ada di usus besar) sampai ke anus.
Kelainan ini sangat luas serta sangat bervariasi, yang dimulai dari timbulnya jaringan kecil yang tidak normal sampai kondisi yang sangat kompleks.


Diagnosis Atresia Ani
Pemeriksaan pada anus bayi yang baru lahir harus dilakukan. Umumnya dokter juga akan melakukan pemeriksaan terhadap perut bayi apakah terdapat tanda-tanda buncit maupun kembung. Pemeriksaan sinar X serta USG (ultrasonografi) yang ada pada bagian perut bisa dilakukan untuk dapat memastikan gangguan yang ada serta sejauh manakah kelainan anus yang terjadi.



Pemeriksaan penunjang lainnya juga sangat bermanfaat untuk dapat mendeteksi kemungkinan terjadinya kelainan, seperti:
  • Sinar X dan USG tulang belakang.
  • Ekokardiogram jantung yang memakai gelombang suara untuk dapat mendiagnosis berbagai kondisi terhadap jantung dengan akurat.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging) ataupun pemeriksaan memakai medan magnet serta gelombang frekuensi radio di area esofagus, yaitu saluran yang telah menghubungkan antara kerongkongan ke lambung.

Gejala Atresia Ani
Atresia ani umumnya telah terlihat langsung ketika bayi baru saja lahir. Gejalanya seperti:
  • Tidak ada lubang anus.
  • Lubang anus di lokasi yang salah, misalnya kondisi yang terlalu dekat dengan organ vagina.
  • Tidak buang air besar dalam kurun waktu 24–48 jam sejak kelahiran.
  • Feses keluar lewat saluran yang salah, misalnya seperti dari vagina, uretra, skrotum (kantong testis) ataupun dasar dari penis.
  • Distensi abdomen (yaitu perut buncit serta kembung)
  • Terdapat fistula ataupun saluran yang tidak normal misalnya seperti antara rektum serta sistem reproduksi ataupun sistem urinary yang termasuk tempat terjadinya penyaringan darah.
Penyakit ini umumnya berjalan bersama dengan kondisi penyakit bawaan lainnya, misalnya seperti kelainan yang terjadi pada jantung, ginjal, sampai gerak tubuh.


Pengobatan Atresia Ani
Manajemen bayi dengan kasus penyakit atresia ani sangat penting. Saat bayi juga sedang mengalami distensi abdomen, maka dehidrasi maupun sepsis (yaitu keracunan yang telah disebabkan oleh suatu proses pembusukan), maka tindakan awal untuk dapat mengembalikan fungsi dari pernafasan dan jantung serta pemberian antibiotik yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Setelah itu, dapat melakukan pemeriksaan yang secara menyeluruh terkait kelainan atresia ani yang terjadi. Kemudian, prosedur kolostomi (yaitu membuat saluran usus menuju dinding perut) bisa dilakukan terlebih dahulu sebelum langkah operasi dilakukan.


Pencegahan Atresia Ani
Beberapa kelainan bawaan memang tidak bisa dicegah, namun terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit atresia ani:
  • Hindari konsumsi rokok ataupun kontak dengan asap rokok
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Hindari konsumsi obat terlarang
  • Konsumsi makanan yang bergizi serta vitamin
  • Olahraga dan istirahat yang cukup
  • Bagi ibu hamil, maka lakukan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan secara rutin
  • Konsumsi suplemen yang memiliki kandungan asam folat