Penyakit Atelektasis dan Cara Penyembuhannya [Terlengkap]

Pengertian Atelektasis
Saluran pernapasan adalah organ yang berbentuk menyerupai pipa yang bercabang-cabang dari bagian hidung hingga paru. Di organ paru, pipa-pipa tersebut telah menjadi satu kesatuan dari total jutaan cabang dengan ujung yang mirip seperti balon. Ujung balon ini dinamakan alveolus.
Alveolus memiliki tugas untuk menampung oksigen serta membuang karbon dioksida. Pada suatu kondisi, dapat terjadi alveolus tidak mampu mengembang untuk menampung oksigen. Kondisi seperti inilah yang dinamakan dengan atelektasis.

Atelektasis dapat terjadi karena banyak hal. Antara lain yaitu karena efek dari tindakan operasi, adanya benda asing di dalam saluran napas, fibrosis kistik, tumor paru sampai benturan dada. Ringan beratnya atelektasis sangat bergantung dengan seberapa luas alveolus yang telah terkena serta kondisi umum dari penderita itu sendiri.

Penyebab Atelektasis
Atelektasis bisa terjadi karena banyak hal, baik karena adanya sumbatan di jalan pernafasan maupun terdapat desakan yang berasal dari bagian luar paru.

Sumbatan di jalan pernafasan yang dapat berujung terjadinya atelektasis meliputi:
  • Gumpalan lendir di jalan pernafasan
  • Benda asing yang masuk misalnya seperti kacang ataupun mainan
  • Pembentukan jaringan parut yang ada di jalan napas sebagai bentuk komplikasi dari penyakit tertentu, seperti tuberkulosis
  • Tumor di sepanjang jalan napas
  • Gumpalan darah
Sedangkan desakan dari luar paru bisa berupa:
  • Benturan dada
  • Efusi pleura ataupun terdapat penumpukan cairan pada lapisan paru
  • Infeksi paru atau pneumonia
  • Pneumotoraks ataupun terdapat udara bebas pada lapisan diantara paru dengan dinding dada
  • Tumor



Diagnosis Atelektasis
Untuk dapat mendiagnosis atelektasis, maka dibutuhkan beberapa pemeriksaan, misalnya seperti:
Rontgen dada
Rontgen dada biasanya dilakukan untuk dapat melihat terdapat atau tidaknya benda asing yang bisa menjadi penyebab penyakit atelektasis.

CT-scan
Pada CT-scan, maka kondisi paru bisa dievaluasi dengan lebih detail. Tumor ataupun struktur sejenis yang dapat menyebabkan desakan pada organ paru bisa terlihat pada pemeriksaan ini.
Oksimetri
Oksimetri dilakukan untuk dapat memeriksa kadar oksigen yang ada di dalam darah.

Bronkoskopi
Bronkoskopi merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk dapat melihat langsung struktur yang ada di dalam saluran napas. Sebuah selang berkamera akan dimasukkan ke dalam tenggorokan melalui mulut, dan menyelusuri jalan napas. Jika terdapat sumbatan misalnya seperti benda asing, maka akan terlihat lewat kamera pada alat ini.

Gejala Atelektasis

Gejala yang muncul akibat atelektasis dapat meliputi:

Sesak napas
Jika atelektasis terjadi luas, maka kerja paru dapat menjadi sangat melemah serta berpotensi menyebabkan gagal napas.

Peningkatan detak jantung
Karena kadar oksigen yang ada di dalam darah turun, ketika jantung melakukan kompensasi dengan cara memompa lebih banyak darah untuk dapat meningkatkan frekuensi detakannya.
Tubuh terlihat biru atau sianosis
Sianosis dapat terjadi karena kadar oksigen yang sangat rendah di dalam darah.


Pengobatan Atelektasis
Pengobatan atelektasis sangat bervariasi, semuanya tergantung terhadap penyebabnya. Secara umum, pasien akan diminta untuk dapat menarik napas yang dalam serta batuk dengan kencang. Diharapkan batuk kencang ini dapat meredakan sumbatan pada jalan napas serta akan membuka alveolus dalam paru.

Selain metode tersebut, maka beberapa cara juga dapat dilakukan untuk langkah pengobatan penyakit atelektasis:
Suction
Suctioning yaitu suatu tindakan penyedotan di jalan napas yang dilakukan oleh tenaga medis sebagai upaya untuk dapat menghilangkan sumbatan, misalnya seperti yang disebabkan oleh adanya tumpukan lendir.

Bronkoskopi
Jika suction dinilai tidak efektif, maka diambil tindakan selanjutnya yang bisa dipertimbangkan yaitu bronkoskopi. Bronkoskopi merupakan pemeriksaan yang dilakukan untuk dapat melihat langsung struktur di dalam saluran napas.

Sebuah selang berkamera akan dimasukkan lewat mulut, menyelusuri jalannya pernafasan. Terdapat sumbatan misalnya seperti benda asing bisa terlihat lewat kamera pada alat ini. Tindakan tepat untuk dapat menghilangkan sumbatan dapat dilakukan sesudah diketahui bentuk sumbatannya.
Operasi
Tindakan ini diperlukan jika penyebab atelektasis tidak mungkin lagi diobati dengan cara suction maupun bronkoskopi. Contoh kasusnya yaitu penyakit atelektasis yang disebabkan akibat tumor. Selain operasi, maka tindakan berupa kemoterapi serta radiasi juga dibutuhkan pada kasus ini.

Obat-obatan
Obat-obatan medis misalnya seperti obat pengencer dahak juga bisa dipakai pada kasus atelektasis karena sumbatan lendir.

Komplikasi Atelektasis
Atelektasis bisa berujung pada berbagai komplikasi, misalnya seperti:
  • Hipoksia ataupun rendahnya kadar oksigen yang ada di dalam tubuh
  • Pneumonia atau infeksi paru oleh bakteri
  • Gagal napas

Pencegahan Atelektasis
Salah satu penyebab yang sangat sering atelektasis yang terjadi pada usia anak yaitu sumbatan jalan pernasafan akibat benda asing. Oleh sebab itu, selalu jauhkan berbagai benda yang ukurannya sangat kecil dari jangkauan anak untuk dapat mencegah benda-benda asing tersebut masuk ke tempat jalan napas serta mencegah atelaktasis terjadi.
Pada orang dewasa, biasanya penyakit atelektasis dapat disebabkan oleh adanya efek operasi. Karena itu koordinasi serta konsultasi mendalam dengan dokter spesialis yang dapat melakukan tindakan operasi sangat diperlukan sebagai kunci pencegahan.