Penyakit Asidosis dan Penyembuhannya [Terlengkap]

Pengertian Asidosis
Asidosis merupakan kondisi masalah kesehatan yang sering terjadi saat darah yang ada di dalam tubuh terlalu banyak memiliki kandungan asam. Tingginya kadar asam ini bisa terjadi karena hilangnya senyawa bikarbonat dari dalam darah (asidosis metabolik) ataupun terjadi penumpukan karbondioksida yang tidak bisa dikeluarkan secara optimal dari organ paru (asidosis respiratorik).
Beberapa faktor dari risiko terjadinya penyakit asidosis antara lain:
  • Diet tinggi lemak akan tetapi rendah karbohidrat
  • Gagal ginjal
  • Obesitas
  • Dehidrasi
  • Keracunan aspirin atau methanol
  • Diabetes


  • Diagnosis Asidosis
    Diagnosis asidosis dapat ditentukan dengan pengukuran kadar pH darah yang telah menunjukkan angka < 7.35. Semakin rendah kadar pH berarti akan semakin asam sifat darah.



    Penyebab Asidosis
    Normalnya, tubuh mempunyai regulasi asam-basa yang telah dijaga ketat sehingga kadar pH darah tetap kondisi normal setiap saat. Namun pada kondisi tertentu, saat asam dalam tubuh telah menumpuk ataupun kadar basa banyak terbuang, maka asidosis-lah yang menjadi akibatnya.
    Secara garis besar, ditemukan dua jenis asidosis yang dapat dibedakan menurut penyebabnya. Kedua jenis tersebut yaitu:

    Asidosis respiratorik
    Asidosis respiratorik terjadi saat paru tidak lagi mampu untuk membuang kelebihan karbondioksida dari dalam darah. Penurunan kemampuan paru ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis penyakit.

    Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan dari kemampuan paru di antaranya yaitu asma, konsumsi alkohol berlebihan, kelemahan otot napas, benturan dada, obesitas, penyalahgunaan obat bius, gangguan saraf, serta perubahan bentuk dada.
    Asidosis metabolik
    Berbeda dengan respiratorik, untuk asidosis metabolik terjadi karena adanya gangguan pada sistem metabolisme. Pada asidosis metabolik, yang terjadi adalah:
  • tubuh tidak lagi mampu membuang kelebihan asam
  • terjadi pengeluaran kadar basa dari dalam tubuh yang berlebihan


  • Kedua hal ini bisa timbul jika seseorang mengalami banyak kondisi yang melatari masalah kesehatan tersebut, yaitu:

    Ketoasidosis diabetes
    Kadar gula darah yang tidak terkendalikan pada seseorang dengan diabetes bisa membuat tubuhnya menjadi bereaksi memproduksi keton. Keton yang bersifat asam, jika produksinya cukup banyak, maka bisa terjadi asidosis.
    Asodosis hiperkloremik
    Muntah dan diare bisa menyebabkan sodium bikarbonat pada tubuh banyak terbuang. Bikarbonat ini bersifat basa. Kehilangan basa dengan jumlah yang besar dari dalam tubuh berpotensi membuat pH darah menjadi turun dan lebih asam.

    Asidosis laktat
    Penyalahgunaan alkohol, kekurangan oksigen, rendahnya kadar gula darah, gagal jantung, kejang, gagal hati, dan terlalu berat berolahraga bisa menyebabkan tubuh melepaskan kandungan zat asam laktat secara berlebihan. Jika berlanjut, maka tumpukan asam ini akan mempengaruhi kondisi pH darah serta berujung pada asidosis.
    Renal tubular asidosis
    Karena gangguan fungsi ginjal, maka tubuh tidak akan lagi mampu membuang kelebihan zat asam lewat urine. Akibatnya asam menumpuk di dalam darah dan menyebabkan asidosis.

    Di awal terjadinya asidosis, kondisi tubuh melakukan berbagai kompensasi sebagai suatu usaha menetralkan pH darah. Melalui sistem pernapasan, maka tubuh berusaha untuk membuang karbondioksida sebanyak-banyaknya.

    Di samping itu, tubuh berusaha untuk membuang asam lewat urine. Namun, jika asam yang telah menumpuk terlalu banyak serta terus menerus terjadi, maka tubuh akan kelelahan melakukan kompensasi. Akibatnya bisa terjadi gangguan jantung, bahkan hal kemungkinan terjadi adalah koma.
    Gejala Asidosis
    Gejala yang akan dialami seorang dengan kelainan asidosis metabolik bisa bervariasi, dari ringan sampai berat seperti:
  • Mual muntah
  • Mudah lelah
  • Napas cepat
  • Lemas
  • Penurunan kesadaran
  • Koma
  • Kematian


  • Pada asidosis respiratorik, maka gejala yang bisa terjadi meliputi:
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Koma

  • Pengobatan Asidosis
    Pengobatan utama yang harus segera dilakukan yaitu mengatasi penyebabnya. Pada beberapa kasus, untuk penderita asidosis akan diberikan pengobatan bikarbonat untuk dapat menetralkan pH darah.

    Selebihnya, pengobatan dapat dilakukan menurut penyakit yang melatarinya, seperti:
  • Pemberian insulin pada penyakit asidosis metabolik karena diabetes
  • Pemberian obat untuk dapat melegakan saluran napas pada penyakit asidosis respiratorik karena asma
  • Komplikasi Asidosis

  • Berbagai komplikasi bisa terjadi akibat penyakit asidosis, seperti:
  • Pembentukan batu ginjal
  • Gangguan ginjal
  • Gagal ginjal
  • Gangguan kesehatan tulang
  • Terhambatnya pertumbuhan

  • Pencegahan Asidosis
    Asidosis bisa dihindari dengan banyak cara, misalnya seperti:
  • Cukup minum supaya tidak mengalami dehidrasi
  • Menjaga kadar gula darah yang selalu terkontrol terhadap mereka penyandang diabetes
  • Hindari konsumsi alkohol
  • Stop merokok
  • Menjaga berat badan ideal

  •