Penyakit Antraks serta Penyembuhannya [Terlengkap]

Pengertian Antraks
Antraks merupakan suatu penyakit infeksi yang dapat ditularkan lewat binatang yang akan membawa bakteri Bacillus anthracis. Antraks bisa menimbulkan berbagai gejala serta serangan lewat kulit, saluran pencernaan, maupun pernapasan.
Antraks yang dapat menyerang pernapasan biasanya bisa berakibat fatal, bahkan bisa menyebabkan para penderitanya meninggal dunia. Kasus antraks sebenarnya sangat jarang terjadi. Akan tetapi bakteri penyebab antraks, untuk beberapa kondisi, sangat sering dipakai oleh teroris untuk serangan senjata biologi ataupun bioterorisme.



Penyebab Antraks
Antraks dapat disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini akan menginfeksi hewan, terutama ternak sapi. Manusia dapat tertular penyakit antraks jika terkena kontak dengan hewan ternak yang sakit ataupun menggunakan produk yang berasal dari hewan yang sedang sakit tersebut (misalnya seperti kulit ataupun bulunya). Namun, tidak semua manusia yang hidup dengan begitu mudahnya tertular bakteri ini.
Antraks akan lebih rentan dialami pada beberapa orang tertentu, misalnya seperti:
  • Peternak
  • Dokter hewan
  • Orang yang bekerja di lokasi pengolahan daging
  • Pasukan militer khusus yang rentan terpapar oleh bioterorisme


  • Diagnosis Antraks
    Pada tahap awal, maka dokter akan segera melakukan wawancara lengkap, khususnya mengenai kemungkinan ditemukannya kontak langsung antara pasien dengan hewan ternak ataupun produk hewan yang telah menderita antraks. Kemudian dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk juga pada kulit maupun rongga mulut.
    Apabila gejala antraks muncul pada permukaan kulit, maka harus dilakukan teknik pemeriksaan lewat cairan kulit menggunakan mikroskop dengan cara pewarnaan metilen biru ataupun giemsa. Jika pasien mengalami suatu gejala yang lebih berat misalnya seperti demam tinggi ataupun sesak napas, maka pemeriksaan kultur atau pembiakan darah juga dibutuhkan. Selain itu, jika terdapat gejala gangguan pernapasan, maka pemeriksaan rontgen dada akan dilakukan untuk dapat memastikan masalah yang sedang terjadi.

    Gejala Antraks
    Apabila penderita telah terpapar bakteri jenis antraks karena hasil kontak dengan hewan ternak yang sakit, maka biasanya gejala antraks yang terjadi bisa berupa gangguan kulit. Gejala ini biasanya muncul 1 hari hingga 7 hari setelah bersentuhan langsung dengan hewan yang sedang sakit.

    Pada kulit, maka akan muncul luka dengan kondisi terbuka ataupun lecet yang akan terasa gatal. Dalam waktu singkat, maka luka tersebut akan menjadi borok yang mengandung nanah. Luka ini umumnya timbul pada kulit lengan, kepala, ataupun leher.
    Luka yang berat pada kulit sangat sering dapat menyebabkan kelenjar getah bening di area yang membengkak. Luka dan borok pada kulit akibat antraks dapat berlangsung selama durasi sekitar dua minggu sebelum akhirnya dapat berubah menjadi suatu jaringan parut yang dapat menimbulkan bekas luka permanen pada kulit.

    Bakteri antraks yang telah masuk ke dalam tubuh melalui terhirup ke dalam saluran pernapasan biasanya mulai muncul gejala 2–7 hari kemudian. Gejala yang diawali dengan demam serta pembengkakan pada leher. Kemudian muncul luka pada rongga mulut. Luka tersebut akan melebar serta akan membentuk semacam membran ataupun selaput pada mulut dalam dua minggu.

    Selain itu, pasien biasanya akan mengalami nyeri pada tenggorokan, dan kesulitan menelan, serta sangat sulit untuk bernapas. Perdarahan pada rongga mulut juga dapat terjadi. Gejala-gejala ini yang sangat sering menyebabkan antraks yang telah masuk ke dalam saluran napas menjadi sangat berbahaya.
    Apabila bakteri antraks masuk lewat saluran pencernaan, maka gejala biasanya akan timbul sekitar 2–5 hari sesudah bakteri tersebut tertelan oleh penderita. Gejala utamanya berupa demam serta rasa nyeri perut. Selain itu, mual muntah, dan muntah darah juga dapat terjadi. Apabila muntah darah sangat banyak, maka pasien pun dapat mengalami syok.

    Pengobatan Antraks
    Pengobatan antraks yaitu dengan cara menggunakan antibiotik. Jenis antibiotik dan durasi pemberian antibiotiknya akan tergantung dengan gejala yang telah dialami oleh pasien. Akan tetapi secara umum, obat antibiotik yang biasanya dipakai adalah doksisiklin ataupun golongan kuinolon (misalnya seperti siprofloksasin dan levofloksasin).

    Apabila terjadi kondisi sesak napas yang sangat berat ataupun syok, maka perawatan di tempat ruang rawat intensif segera dilakukan.
    Pencegahan Antraks
    Untuk dapat mencegah tertular antraks, maka mereka yang sehari-hari telah bekerja dengan hewan ternak ataupun produk hewan sebaiknya harus rutin mencuci tangan menggunakan air mengalir serta sabun setiap kali selesai bekerja. Selain itu, selama bekerja, sangat penting untuk selalu memakai alat pelindung diri yang sangat lengkap seeperti masker, goggle (kacamata pelindung), sarung tangan, serta apron.