Penyakit Ankylosing Spondylitis Serta Penyembuhannya [Terlengkap]

Pengertian Ankylosing Spondylitis
Ankylosing spondylitis merupakan penyakit peradangan kronis yang dapat menyerang tulang belakang serta bagian sendi tubuh lainnya. Kondisi seperti ini umumnya terjadi ketika usia remaja pada belasan tahun ataupun ketika dewasa muda. Penyakit peradangan sendi seperti ini tiga kali lebih sering bisa terjadi pada pria jika dibandingkan dengan wanita.
Hingga saat ini masih belum ditemukan jenis pengobatan yang bisa menyembuhkan penyakit ini. Pengobatan hanya dilakukan untuk memperbaiki gejala yang muncul serta mencegah keparahan penyakit tersebut.


Penyebab Ankylosing Spondylitis
Penyebab pasti dari penyakit ankylosing spondylitis hingga saat ini masih belum diketahui. Studi telah menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan hubungan dari penyakit kronis ini terhadap suatu gen yang bernama Human Leukocyte Antigen B27 (HLA-B27).
Dari sepuluh penderita penyakit ankylosing spondylitis, terdapat sembilan penderita mempunyai gen HLA-B27. Akan tetapi, bukan berarti mereka yang mempunyai gen HLA-B27 dengan sendirinya dapat mengalami ankylosing spondylitis. Kira-kira sekitar delapan dari seratus orang dengan populasi normal mempunyai gen tersebut.

Apabila seseorang telah mengalami penyakit ankylosing spondylitis serta mempunyai gen hLA-B27, maka risiko keturunannya juga dapat mengidap penyakit tersebut bisa mencapai 20 persen. Apabila seseorang mempunyai penyakit ankylosing spondylitis akan tetapu tidak mempunyai gen HLA-B27, maka risiko keturunannya dapat mengidap penyakit tersebut pun di bawah 10 persen.
Kemungkinan seseorang yang terkena penyakit ankylosing spondylitis dapat meningkat hingga tiga kali lipat apabila orang tua ataupun saudaranya mengalami penyakit tersebut. Terjadinya penyakit ini juga bisa dipengaruhi oleh adanya faktor lingkungan.

Diagnosis Ankylosing Spondylitis
Diagnosis ankylosing spondylitis lumayan sulit karena masih belum ada tes yang dapat memastikan mendeteksi penyakit ini. Ankylosing spondylitis juga termasuk ke dalam kategori penyakit kronis yang perkembangannya lambat.
Dokter bisa menduga penyakit ini lewat gejala yang telah dialami penderita. Umumnya nyeri punggung yang tidak dapat membaik lewat istirahat serta dapat membuat penderitanya mengalami hal terbangun dari tidurnya di malam hari, merupakan termasuk gejala khas penyakit ankylosing spondylitis.

Pemeriksaan darah bisa dilakukan untuk dapat mencari tanda peradangan. Tes darah perlu dilakukan untuk tahapan tes genetik, yaitu dengan cara tes pencarian gen HLA-B27 yang umumnya terdapat pada penderita penyakit ankylosing spondylitis. Pemeriksaan penunjang lainnya bisa dilakukan, misalnya seperti pemeriksaan pada sinar X, MRI, maupun USG.

Penentuan diagnosis penyakit ankylosing spondylitis bahkan bisa terjadi hingga bertahun-tahun. Diagnosis penyakit ini ditegakkan jika pemeriksaan sinar X telah menunjukkan ditemukannya peradangan pada sendi pinggul serta tulang belakang (sacroiliac) serta ditemukan salah satu dari:
  • nyeri punggung yang akan terjadi minimal selama durasi tiga bulan yang dapat membaik dengan cara berolahraga serta semakin buruk ketika istirahat.
  • pergerakan tulang belakang pada bagian bawah yang terhambat.
  • pergerakan dada mengembang yang dapat terhambat yang tak sesuai dengan usia.


  • Gejala Ankylosing Spondylitis
    Gejala ankylosing spondylitis sangat bervariasi, semuanya tergantung terhadap sendi tubuh yang telah meradang. Gejala umumnya terjadi bertahap serta dalam durasi waktu beberapa bulan atau tahun. Gejala bisa muncul serta menghilang, membaik, serta dapat memburuk seiring dengan berjalannya waktu.
    Tanda-tanda yang terjadi meliputi:

    - nyeri punggung dan kaku
    Keluhan nyeri punggung maupun kaku merupakan suatu gejala utama ankylosing spondylitis. Nyeri bisa membaik dengan cara berolahraga akan tetapi bisa memburuk saat istirahat. Nyeri juga terasa akan lebih parah ketika pagi hari dan malam hari, serta dapat dirasakan sampai ke bokong.

    - nyeri dan bengkak di bagian sendi tubuh lainnya
    Peradangan pada sendi dapat terjadi di tulang belakang. Namun nyeri maupun bengkak karena peradangan juga bisa terjadi pada bagian sendi lain misalnya pinggul dan lutut. Nyeri akan lebih terasakan saat sedang menggerakkan persendian tersebut. Sendi yang terkena juga bisa terasa hangat.

    - kelelahan
    Penderita akan sering mengalami kelelahan serta tidak berenergi terutama apabila penyakit tidak diatasi.
    Pengobatan Ankylosing Spondylitis
    Sampai saat ini masih belum ditemukan pengobatan yang mampu menyembuhkan penyakit ankylosing spondylitis. Kerusakan yang terjadi tidak akan mampu dikembalikan menjadi kondisi normal seperti sedia kala. Pengobatan memiliki tujuan untuk dapat meredakan gejala serta mencegah supaya kondisi penderita tidak akan semakin memburuk.

    Kebanyakan kasus diobati dengan cara mengkombinasi beberapa langkah seperti berikut ini:

    - obat-obatan
    Obat dipakai untuk meredakan peradangan serta rasa nyeri. Jenis obat yang dipakai yaitu obat anti-tumor necrosis factos (TNF), obat anti-nyeri,  dan lainnya.
    - fisioterapi
    Terapi fisik meliputi pijat serta manipulasi otot lainnya supaya dapat memperbaiki kenyamanan serta fleksibilitas tulang belakang.

    - pembedahan
    Terapi pembedahan dapat dilakukan untuk memperbaiki sendi yang telah mengalami kerusakan parah. Pembedahan juga dapat dilakukan terhadap kasus tulang belakang yang telah mengalami kemiringan yang cukup parah.

    - olahraga
    Olahraga penting dilakukan dengan cara yang benar serta teratur untuk dapat mengurangi nyeri serta kekakuan sendi.
    Pencegahan Ankylosing Spondylitis
    Penyakit ankylosing spondylitis sampai saat ini masih sulit dicegah karena untuk penyebab pastinya masih belum diketahui. Pengobatan bisa mencegah supaya penyakit tidak semakin menjadi lebih buruk.