Penyebab dan Gejala Batuk Kering serta Cara Penyembuhannya [Terlengkap]

Pengertian Batuk Kering
Batuk adalah salah satu mekanisme untuk perlindungan diri yang ditemukan pada tubuh manusia. Dengan batuk, maka tubuh berusaha untuk mengeluarkan lendir, mikroba, serta benda asing yang memiliki potensi mengganggu saluran pernapasan. Dengan begitu, potensi peradangan serta infeksi akibat para pengganggu seperti ini dapat diminimalkan.
Batuk sendiri dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, antara lain yaitu batuk kering dan berdahak. Hal ini tergantung dengan ada tidaknya lendir ataupun dahak yang diproduksi.

Pada batuk kering, maka saluran napas tidak akan memproduksi lendir. Batuk kering seperti ini bisa disebabkan oleh banyak hal, dimulai dari asma, infeksi, bahkan polusi lingkungan. Dalam artikel ini, maka batuk kering yang akan kita bahas.




Diagnosis Batuk Kering
Diagnosis batuk kering dapat ditentukan lewat wawancara secara medis, pemeriksaan fisik serta penunjang.
Pada wawancara medis akan ditemukan batuk yang tidak berdahak. Biasanya kondisi seperti ini sangat mengganggu segala aktivitas serta dapat mengurangi optimalnya tidur di malam hari.

Pada pemeriksaan fisik, maka temuan klinis yang didapat dapat bervariasi. Pada asma misalnya, bisa dijumpai terdapat suara napas tambahan seperti mengi ketika menghembuskan napas.
Beberapa pemeriksaan penunjang dibutuhkan untuk dapat memastikan penyebab yang sangat mendasari batuk kering. Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain yaitu:
  • Rontgen dada untuk melihat kondisi paru
  • Pemeriksaan darah untuk dapat menilai ada tidaknya infeksi
  • CT-scan untuk dapat melihat gambaran secara detail mengenai jaringan di dalam paru
  • Swab ataupun usap tenggorok, yaitu dengan pengambilan sebagian jaringan di tenggorok memakai kapas lidi untuk diperiksa di bawah mikroskop
  • Analisa dahak
  • Spirometri dengan memakai alat yang menilai seberapa optimal terkait pernapasan seseorang saat ia menghembuskan napas sekuat-kuatnya.

Penyebab Batuk Kering
Terdapat berbagai kondisi yang bisa menyebabkan batuk kering:
  • Merokok
Dari seluruh kemungkinan penyebab, maka merokok adalah salah satu yang sangat sering menyebabkan batuk kering. Berbagai zat kimia yang ditemukan di dalam asap rokok dapat mengiritasi saluran napas serta dapat merusaknya secara perlahan.
Untuk jangka panjang, maka iritasi saluran napas ini bisa mengakibatkan berbagai jenis penyakit paru yang lebih berat. Yang dimulai dari bronkitis, pneumonia, emfisema bahkan kanker paru.
  • Asma
Batuk kering pada asma yang disebabkan oleh adanya suatu penyempitan pada saluran napas yang terjadi secara tiba-tiba. Penyempitan ini biasanya dipicu oleh hal yang spesifik, misalnya seperti debu, suhu dingin, terdapat infeksi dan lain sebagainya.
Selain batuk kering, untuk gejala lain yang dapat dialami pada penderita asma yaitu:
    • Mengi
    • Sesak napas
    • Sulit bernapas karena batuk ataupun mengi
    • Suara seperti peluit ketika menghela napas
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD)
Selain asma dan rokok, maka aliran balik asam lambung menuju tenggorokan ataupun GERD juga dapat menjadi penyebab terjadinya batuk kering. Aliran balik dari asam lambung ini mengiritasi tenggorokan serta mencetuskan refleks batuk.
Gejala lain yang biasanya juga dapat dialami, yaitu seperti:
    • Rasa terbakar di dada
    • Nyeri dada
    • Sensasi adanya tahanan di tenggorokan
    • Suara serak
    • Kesulitan menelan
  • Postnasal drip
Batuk pada post nasal drip dapat terjadi akibat produksi lendir yang telah berlebihan di tenggorokan. Pemicunya sangat bervariasi, dimulai dari alergi, flu ataupun paparan debu.
Jika lendir pada batuk berdahak biasanya kental, maka lendir yang ditemukan pada postnasal drip biasanya cair serta sangat mudah masuk ke tenggorokan. Selain batuk kering, terdapat gejala lain yang terdapat pada postnasal drip yaitu:
    • Nyeri tenggorokan
    • Sensasi adanya sumbatan di tenggorokan
    • Kesulitan menelan
    • Batuk malam
    • Pilek
  • Infeksi virus
Batuk kering juga bisa terjadi akibat ditemukannya infeksi virus. Meskipun infeksinya sendiri biasanya akan membaik dalam waktu 1-2 minggu, maka batuk yang muncul bisa bertahan lebih lama.
Batuk yang terjadi sesudah infeksi virus ini telah dilatarbelakangi oleh adanya suatu iritasi post infeksi. Batuk yang demikian bisa berlangsung sekitar 1-2 bulan lamanya.
Batuk perlahan membaik seiring dengan ditemukan pulihnya saluran napas dari iritasi tersebut. Untuk dapat membantu pemulihan, maka permen hisap antiiritasi serta minum air hangat dapat menjadi solusinya.
  • Polusi udara
Terdapat polutan pada udara misalnya seperti debu, kotoran, maupun bahan-bahan dari kimia yang terhirup masuk ke dalam saluran cerna, bisa menjadi faktor dalam memicu batuk kering. Tidak hanya itu saja, untuk beberapa orang dengan kelembapan udara yang terlalu kering juga bisa menjadi penyebab batuk ini. Untuk dapat mengatasinya, maka pemakaian humidifier dapat jadi alternatif untuk jalan keluarnya.

Selain keenam kondisi tersebut, maka batuk kering juga bisa disebabkan oleh adanya berbagai faktor lainnya. Misalnya karena pemakaian obat antihipertensi golongan ACE inhibitor, kanker paru, penyakit pertusis, kerusakan paru, hingga gagal jantung.

Gejala Batuk Kering
Gejala yang dominan terjadi dari batuk kering yaitu tidak ditemukannya lendir di saluran pernapasan yang keluar ketika seseorang batuk. Batuk yang dialami juga biasanya sangat mengganggu aktivitas serta dapat mempengaruhi kualitas tidur.

Tanda lain yang ikut dialami pada batuk kering bisa bervariasi, semuanya tergantung dengan penyakit atau kondisi yang sangat mendasari. Gejala tersebut bisa berupa:
  • Demam
  • Terdapat darah yang keluar saat batuk
  • Sesak napas
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan
  • Penurunan nafsu makan
  • Nyeri dada
  • Keringat malam
  • Mengi

Pengobatan Batuk Kering
Pengobatan batuk kering yang didasari oleh adanya jenis penyakit yang telah melatarbelakanginya. Misalnya pada batuk yang telah disebabkan oleh rokok, maka untuk cara penghentian kebiasaan seperti ini menjadi kunci dalam mengobati batuk kering.

Pada kasus GERD, maka kombinasi perubahan gaya hidup, dan penerapan pola makan yang teratur serta konsumsi obat-obatan pengendali asam lambung biasanya bisa untuk memperbaiki keluhan batuk kering yang telah dialami.

Akan tetapi, secara umum untuk keluhan batuk kering sendiri bisa bantu diredakan dengan cara. Misalnya dengan menghisap tablet hisap antiiritasi, minum air hangat yang telah ditambahkan dengan madu murni, atau minum obat pereda batuk yang memiliki kandungan dextromethorphan, .

Komplikasi Batuk Kering
Selain penyakit dasar yang dapat bertambah berat, maka batuk kering yang tidak dapat tertangani bisa mempengaruhi kondisi psikis serta kualitas hidup orang tersebut.

Orang yang sedang mengalami batuk berkepanjangan bisa mengalami depresi, frustrasi serta kelelahan karena tidur yang tidak optimal. Dari segi fisik, maka batuk kering yang telah berkepanjangan juga bisa menyebabkan inkontinensia urine ataupun buang air kecil yang tidak disadari, khususnya pada lansia.

Pencegahan Batuk Kering
Batuk kering bisa dicegah dengan cara meminimalkan faktor-faktor pemicunya. Misalnya dengan menghindari kebiasaan rokok serta asap rokok dari sekeliling, menggunakan masker saat berada di lingkungan berdebu, atau menghindari pemicu yang bisa menyebabkan asma. Jika flu yang telah dialami tidak kunjung sembuh, maka segera obati ataupun kunjungi dokter terdekat untuk dapat melakukan pemeriksaan.