Penyakit Amebiasis dan Pengobatan [Terlengkap]

Pengertian Amebiasis
Amebiasis adalah suatu kondisi infeksi yang diakibat oleh suatu parasit di organ usus yang disebabkan karena adanya protozoa Entamoeba histolytica.
Tanda maupun gejala dari kondisi seperti ini bisa mencakup kram pada perut, buang air besar yang cair, dan rasa nyeri pada perut. Akan tetapi, sebagian besar orang dengan kondisi amebiasis tidak akan mengalami tanda maupun gejala yang signifikan.


Penyebab Amebiasis
Entamoeba histolytica yaitu suatu protozoa yang masuk ke tubuh manusia ketika seseorang sudah mengonsumsi bentuk kista parasit itu lewat makanan ataupun minuman. Selain itu, kuman ini juga mampu masuk ke bagian dalam tubuh lewat kontak langsung dengan feses.
Kista, yang termasuk ke dalam bentuk inaktif parasit, mampu bertahan hidup sampai beberapa bulan di tanah ataupun lingkungan di tempat pertama kali dirinya ditempatkan dari feses. Kista memiliki ukuran mikroskopis tersebut bisa ditemukan di zat penyubur, tanah, ataupun air yang sudah terkontaminasi oleh feses yang telah terinfeksi.

Orang yang pekerjaannya sebagai pengelola makanan bisa mentransmisikan kista tersebut ketika sedang menyiapkan ataupun menyajikan makanan. Transmisi dari kondisi seperti ini juga bisa terjadi lewat hubungan seksual anal, hubungan seksual oral-anal, maupun irigasi kolon.
Kista tersebut bisa masuk ke bagian dalam tubuh serta menetap di saluran cerna. Kemudian kista tersebut bisa menghasilkan bentuk aktif serta invasif dari parasit yang dikenal dengan trofozoit. Parasit tersebut bisa bereproduksi terhadap saluran cerna serta akan bermigrasi ke usus besar.

Di usus besar, maka trofozoit mampu menggali ke bagian dalam dinding usus, yang nantinya dapat menyebabkan terjadinya kondisi buang air besar cair yang diikutin dengan darah, radang usus, maupun kerusakan jaringan. Orang yang terinfeksi kemudian mampu menyebarkan penyakit dengan kista baru yang telah keluar ke bagian lingkungan lewat feses.
Orang yang mempunyai risiko lebih tinggi untuk dapat mengalami kondisi amebiasis yaitu:
  • Orang yang telah berkunjung ke lokasi tropis dengan beberapa fasilitas sanitasi yang masih kurang memadai
  • Orang yang tinggal di suatu institusi dengan kondisi fasilitas sanitasi yang masih kurang memadai
  • Orang yang melakukan hubungan seksual anal
  • Orang dengan kondisi penurunan fungsi sistem pada daya tahan tubuh ataupun dengan berbagai kondisi kesehatan lainnya.

  • Gejala Amebiasis
    Tanda maupun gejala dari amebiasis akan kelihatan sekitar 1 sampai 4 minggu sesudah kista tertelan. Menurut data CDC (Centers for Disease Control and Prevention), sekitar 10% sampai 20% dari orang dengan mengalami amebiasis menunjukkan tanda serta gejala yang jelas. Tanda maupun gejala pada tahap tersebut baisanya ringan dan bisa diamati dengan buang air besar cair dan kram pada perut.

    Ketika trofozoit sudah menembus dinding usus, maka mereka bisa masuk ke dalam aliran darah serta menuju berbagai organ internal. Beberapa organ yang bisa dijangkau dapat mencakup hati, otak, jantung, paru-paru, dan berbagai organ lainnya.
    Jika trofozoit telah menginvasi organ internal, maka kondisi seperti ini bisa menyebabkan terjadinya:
  • Abses
  • Infeksi
  • Penyakit yang berat
  • Kematian


  • Jika parasit menginvasi lapisan pada permukaan dari usus, maka  kondisi seperti ini bisa menyebabkan penyakit yang dikenal dengan disentri amuba. Disentri amuba yaitu suatu bentuk yang lebih berat dari kondisi amebiasis, yang dimana terjadi buang air besar yang cair yang disertai dengan darah dan kram pada perut yang berat.
    Hati adalah salah satu organ yang terlibat dalam amebiasis. Tanda serta gejala dari penyakit hati karena amuba bisa mencakup demam serta rasa nyeri pada bagian perut sisi kanan atas.

    Diagnosis Amebiasis
    Dokter bisa mencurigai ditemukannya amebiasis sesudah bertanya terkait tanda dan gejala yang telah dialami dan riwayat kesehatan serta bepergian dengan siapa. Salah satu pemeriksaan yang bisa dilakukan yaitu dengan pemeriksaan untuk dapat mendeteksi ditemukannya Entamoeba histolytica, yang dimana diambil sampel feses selama kondisi beberapa hari untuk dapat diamati ditemukannya kista dari parasit tersebut.
    Dokter juga bisa melakukan pemeriksaan pada laboratorium untuk dapat memeriksa fungsi hati agar dapat menentukan jiak sudah terjadi kerusakan hati karena amoeba.

    Ketika parasit menyebar ke luar dari usus, maka parasit tersebut bisa tidak lagi terdeteksi oleh feses. Oleh karena itu, dokter juga bisa merekomendasikan untuk dapat dilakukan pemeriksaan ultrasonografi serta computerized tomography (CT) untuk dapat mengevaluasi ditemukannya lesi pada hati. Jika tampak terdapat lesi, maka dokter bisa melakukan aspirasi menggunakan jarum untuk dapat mengevaluasi ditemukannya abses pada hati.

    Abses pada hati yaitu salah satu komplikasi serius yang bisa terjadi karena akibat dari amebiasis. Selain itu, kolonoskopi juga bisa dilakukan untuk dapat mengevaluasi ditemukannya parasit pada usus besar.
    Penanganan Amebiasis
    Penanganan pada amebiasis yang tanpa komplikasi biasanya dapat mencakup konsumsi pengobatan anti-parasit dengan cara oral, yang bisa dilakukan selama durasi sepuluh hari. Selain itu, dokter akan meresepkan pengobatan untuk dapat mengatasi keluhan lain yang akan dialami oleh pasien, misalnya seperti obat anti-diare, obat anti-mual, serta obat anti-nyeri, jika diperlukan.

    Jika parasit ditemukan pada jaringan usus, maka penanganan tidak hanya akan ditujukan terhadap organisme itu saja, akan tetapi juga terhadap kerusakan yang telah terjadi terhadap organ yang terinfeksi. Pembedahan bisa diperlukan jika usus besar ataupun jaringan peritoneal telah mengalami perforasi.
    Pencegahan Amebiasis
    Sanitasi yang baik adalah suatu kunci dari pencegahan amebiasis. Secara umum, biasanya dengan mencuci tangan secara saksama memakai sabun serta air mengalir sebelum dan sesudah ke kamar kecil serta sebelum memegang makanan sangat disarankan.

    Pada orang yang akan melakukan kunjungan ke tempat dimana amebiasis sering terjadi, sangat disarankan untuk selalu mencuci buah maupun sayur secara saksama sebelum dikonsumsi, untuk memastikan kualitas air yang akan dikonsumsi, serta menghindari konsumsi makanan dengan status kebersihannya yang tidak diketahui.