Penyakit Agranulositosis [Terlengkap]

Pengertian Agranulositosis
Penyakit agranulositosis yaitu suatu kondisi yang dimana sumsum pada tulang tidak mampu lagi untuk memproduksi kandungan sel darah putih jenis tertentu. Serta sangat sering kali neutrofil, dengan kondisi jumlah yang mencukupi. Neutrofil merupakan jenis dari sel darah putih yang diperlukan oleh tubuh untuk dapat melawan infeksi, serta merupakan proporsi paling besar dari sel darah putih yang ada di dalam tubuh.
Neutrofil adalah bagian penting yang ada pada sistem daya tahan tubuh. Biasanya, sel tersebut adalah sel daya tahan tubuh pertama yang muncul di lokasi terjadinya infeksi. Sel tersebut juga dapat melawan serta dapat merusak hal yang mampu membahayakan tubuh, misalnya seperti bakteri.


Pada agranulositosis, neutrofil dengan kadar jumlah yang rendah bisa berarti bahwa untuk infeksi yang minor mampu berkembang menjadi suatu infeksi yang serius. Mikroba ataupun kuman yang umumnya tidak berbahaya bisa secara tiba-tiba akan menghindari sistem perlindungan pada tubuh untuk menyerang tubuh.

Penyakit agranulositosis termasuk ke dalam kondisi yang sangat jarang terjadi.
Penyebab Agranulositosis
Terdapat dua buah tipe dari penyakit agranulositosis. Tipe yang pertama yaitu kongenital, yang artinya bahwa kondisi seperti ini telah pernah terjadi ketika lahir. Tipe yang kedua yaitu didapat, yang artinya penyakit agranulositosis bisa terjadi sebagai akibat karena mengkonsumsi jenis obat-obatan yang tertentu ataupun menjalani prosedur tertentu.

Pada kedua jenis penyakit agranulositosis, ditemukan kadar neutrofil yang sangat rendah. Pada orang dewasa yang masih normal, maka neutrofil biasanya berkisar antara 1.500 hingga 8.00 per microliter (mcL) darah. Pada penyakit agranulositosis, biasanya terdapat kondisi yang kurang dari 500 neutrofil per mcL.
Pada penyakit agranulositosis yang diperoleh, terdapat hal yang mampu menyebabkan sumsum pada tulang yang dapat mengalami kegagalan produksi neutrofil ataupun untuk memproduksi neutrofil yang tidak dapat berkembang menjadi sel yang matur serta memiliki fungsi dengan cara yang baik. Salah satu teori juga telah menduga ditemukan suatu hal yang dapat menyebabkan neutrofil yang akan mengalami kematian secara lebih dini.

Pada penyakit agranulositosis kongenital, ditemukan penyakit abnormalitas genetik yang dapat menyebabkan terjadinya kondisi tersebut.
Penyakit agranulositosis yang diperoleh dapat disebabkan karena:
  • Konsumsi obat-obatan tertentu
  • Paparan terhadap suatu zat kimia, misalnya insektisida DDT
  • Penyakit yang mempengaruhi kondisi sumsum tulang, misalnya kanker
  • Infeksi serius
  • Paparan terhadap radiasi
  • Penyakit autoimun, misalnya sistemik lupus eritematosus


  • Salah satu penelitian juga telah menemukan bahwa sebagian dari kasus penyakit agranulositosis yang diperoleh juga bisa berkaitan dengan ditemukan konsumsi jenis obat-obatan tertentu. Contohnya obat antipsikotik, antitiroid, antiradang, serta antimalaria jenis tertentu.
    Gejala Agranulositosis
    Penyakit agranulositosis terkadang mampu untuk tidak menunjukkan tanda serta gejala ketika tidak terjadi infeksi. Tanda maupun gejala awal dari penyakit agranulositosis bisa mencakup:
  • Demam yang timbul tiba-tiba
  • Menggigil
  • Nyeri tenggorok
  • Kelemahan pada ekstremitas
  • Nyeri pada rongga mulut dan gusi
  • Sariawan
  • Gusi berdarah


  • Tanda maupun gejala lainnya dari penyakit agranulositosis bisa mencakup:
  • Denyut jantung yang meningkat
  • Frekuensi pernapasan yang cepat
  • Tekanan darah yang menurun
  • Abses pada kulit

  • Diagnosis Agranulositosis
    Diagnosis dari penyakit agranulositosis bisa ditentukan lewat wawancara medis yang mendetail, serta dengan pemeriksaan fisik dengan cara langsung, atau dengan pemeriksaan penunjang tertentu jika dinilai dibutuhkan.

    Pada wawancara medis, maka dokter bisa menanyakan terkait ditemukan kondisi kesehatan tertentu ataupun dengan mengkonsumsi pengobatan tertentu. Pemeriksaan darah serta urine diperlukan untuk dapat mengevaluasi terdapatnya infeksi serta memeriksa untuk hitung jenis sel darah putih.

    Dokter juga bisa merekomendasikan untuk dapat dilakukan pengambilan sampel pada sumsum tulang jika diduga ditemukan gangguan terhadap sumsum tulang. Pemeriksaan genetik bisa dilakukan dengan cara mengevaluasi terdapatnya penyakit agranulositosis yang herediter. Selain itu, orang yang sedang mengalami kondisi ini juga bisa menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk dapat menentukan kemungkinan terdapatnya suatu penyakit autoimun.
    Penanganan Agranulositosis
    Jika penyakit agranulositosis terjadi karena adanya penyakit yang telah mendasari, maka untuk kondisi itu harus memperoleh penanganan terlebih dahulu. Jika dibutuhkan pengobatan untuk suatu kondisi lain yang dapat menyebabkan penyakit agranulositosis, dokter bisa meresepkan penanganan lain untuk substitusi.

    Pada orang yang sedang atau telah mengkonsumsi beberapa jenis obat, maka bisa dilakukan dengan cara penghentian konsumsi jenis obat-obatan tersebut untuk dapat membantu untuk menentukan pengobatan manakah yang mampu menyebabkan masalah tersebut. Dokter juga bisa meresepkan pengobatan antibiotik ataupun obat antijamur jika terdapat infeksi.
    Salah satu jenis pada penanganan yang dikenal dengan colony-stimulating factor yang bisa dipakai terhadap sebagian orang, misalnya seperti individu yang sedang mengalami penyakit agranulositosis yang diperoleh lewat kemoterapi. Penanganan ini mendukung pada sumsum tulang untuk bisa memproduksi neutrofil dengan jumlah yang lebih banyak, serta bisa dipakai bersamaan dengan kondisi siklus kemoterapi.

    Pencegahan Agranulositosis
    Salah satu cara untuk dapat mencegah terjadinya penyakit agranulositosis yaitu dengan menghindari konsumsi pengobatan yang bisa menyebabkannya.
    Jika seseorang harus mengkonsumsi pengobatan untuk jangka panjang yang bisa menjadi pemicu kondisi tersebut, bisa dilakukan dengan pemeriksaan darah dengan cara berkala untuk dapat memeriksa kadar neutrofil. Dokter juga menyarankan supaya segera menghentikan mengenai asupan pengobatan jika ditemukan suatu penurunan mengenai kondisi neutrofil yang terdapat di dalam darah.