Perbedaan Antara Sel Prokariotik Dengan Sel Eukariotik Berbentuk Tabel Dan Contohnya

APakah anda ingin mengetahui perbedaan antara sel prokariotik dengan sel eukariotik? Ini ulasan yang terlengkap mengenai kedua sel yang dimulai dari pengertian, contoh makhluk hidup, ciri-ciri struktur, disertai dalam bentuk tabel perbedaannya. Menurut Schleiden beserta Schwan dan telah didukung oleh Max Schultze, bahwa sel merupakan suatu unit struktural bagian terkecil serta kesatuan fungsional dari kehidupan. Setiap sel memiliki beberapa struktur serta fungsi yang sangat jelas untuk dapat menjaga kelangsungan aktivitas kehidupan makhluk hidup tersebut.
Menurut strukturnya, maka sel dapat dibagi ke dalam 2 kelompok yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Setiap organisme telah tersusun oleh salah satu dari tipe struktur sel prokariotik maupun sel eukariotik. Sel prokariotik hanya ditemukan di kingdom ataupun pada dunia Monera, dan pada dunia Archaebacteria (Archae), serta pada dunia Eubacteria (Bacteria). Adapun dunia Fungi, Animalia, Plantae, serta dunia Protista memiliki struktur sel eukariotik.


Pengertian Sel Prokariotik Dan Sel Eukariotik
Kata prokariot yang berasal dari kata pro dan karyon yang merupakan bahasa Yunani. Pro yang artinya sebelum sedangkan untuk karyon artinya kacang, biji, ataupun inti. Pengertian dari sel prokariotik yaitu sel yang tidak mempunyai membran inti sel. Sel prokariotik mempunyai materi genetik (DNA) yang telah terkonsentrasi pada daerah yang dikenal dengan sebutan nukleoid. Akan tetapi, daerah itu tidak mempunyai membran pemisah terhadap bagian dalam sel lainnya. Oleh sebab itu, sel prokariotik dikenal juga dengan sel yang tidak mempunyai inti sel ataupun nukleus.
Sama halnya seperti Prokariotik, untuk penamaan sel eukariotik berasal dari eu yang artinya nyata ataupun kondisi sesungguhnya sedangkan untuk karyon yang artinya kacang, biji, ataupun inti, dan itu merupakan bahawa Yunani. Pengertian dari sel eukariotik yaitu suatu sel yang mempunyai membran inti ataupun membran nukleus sehingga untuk cairan yang adai di dalam intinya (nukleoplasma) telah terpisah dengan suatu cairan yang ada di luar nukleus (sitoplasma). Dengan kata lain, maka sel eukariotik dapat dikenal dengan sebutan sel yang mempunyai inti sel (nukleus) yang nyata.
Perbedaan Ciri-Ciri Struktur Sel Prokariotik Dengan Sel Eukariotik
Dari ulasan tentang pengertian dari asal usul kata di kedua jenis sel tersebut, maka sesungguhnya telah dapat ditemukan perbedaan antara sel prokariotik dengan sel eukariotik terutama yang terletak mengenai terdapat tidaknya membran dari inti sel. Akan tetapi, apabila diamati dengan lebih detail dari masing-masing struktur sel yang ada, maka akan ditemukan lebih banyak perbedaan.
Selain ada tidaknya untuk membran nukleus, maka perbedaan antara sel prokariotik dengan sel eukariotik dapat dilihat dari beberapa organel-organel selnya. Sel prokariotik juga tidak mempunyai sistem endomembran yaitu membran dalam, misalnya seperti retikulum endoplasma maupun kompleks Golgi. Flagel yang ditemukan pada eukariotik akan lebih lebar dibandingkan pada sel prokariotik yang mempunyai flagel sepersepuluh dari flagel eukariotik. Organisasi seluler serta genetik prokariotik sangat berbeda yang sangat mendasar dari organisme eukariotik.
Sel prokariotik mempunyai genom yang lebih kecil serta sangat lebih sederhana, kurang lebih untuk sel prokariotik mempunyai genom yang seperseribu dari DNA sel eukariotik. Membran prokariotik sudah mengalami spesialisasi, yaitu terdapat lipatan-lipatan menuju arah dalam dari membran plasma hasil dari sisa krista-krista mitokondria yang memiliki fungsi untuk respirasi seluler prokariotik aerobik.
Genom prokariotik hanyalah suatu molekul DNA sirkular dari untai ganda, sedangkan untuk eukariotik mempunyai molekul DNA linear yang memiliki asosiasi dengan protein. Secara umum, maka terdapat perbedaan antara sel prokariotik dengan sel eukariotik yang dijabarkan sebagai berikut.

Ciri-Ciri Sel Prokariotik antara lain :
  • Materi inti tidak mempunyai membran.
  • Tidak mempunyai inti yang sebenarnya, dan materi inti tersebar di dalam sitoplasma karena tidak memiliki membran inti.
  • Sitoplasma maupun materi genetik akan bercampur, sehingga untuk materi inti hanya dapat mengumpul di daerah yang dikenal dengan sebutan nukleoid.
  • DNA berada pada daerah nukleoid.
  • Bahan gen ( DNA) ditemukan di dalam sitoplasma yang memiliki bentuk cincin bulat.
  • Mempunyai DNA yang sangat sederhana, memiliki lebih sedikit kandungan pasangan basa nukleotida, dan memiliki bentuk sirkuler.
  • Hanya mempunyai kromosom tunggal.
  • Tidak memiliki intron, hanya ekson.
  • Memiliki operon.
  • Proses transkipsi maupun translasi bisa terjadi secara simultan.
  • Proses transkipsi terjadi lebih sederhana.
  • Proses regulasi sintesis protein lebih sederhana.
  • Tidak mempunyai sistem endomembran misalnya seperti retikulum endoplasma serta kompleks Golgi.
  • Ukuran sel berkisar antara 1 mikron hingga 10 mikron.
  • Ditemukan di organisme yang bersel tunggal atau bersel satu maupun uniselular yang dapat membentuk koloni atau filamen.
  • Bentuk sel yang terdiri dari bulat, batang, serta datar.
  • Ada yang memiliki sifat autotrof (fotosintesis) serta heterotrof.
  • Reproduksinya secara aseksual yaitu pembelahan biner, konjugasi, transformasi, maupun transduksi.

  • Ciri-ciri dari sel eukariotik antara lain yaitu:
  • Materi inti mempunyai membran.
  • Mempunyai nukleus yang sesungguhnya karena materi inti telah dilingkupi oleh membran inti.
  • Sitoplasma dan nukleoplasma terpisah.
  • DNA berada di dalam nukleolus.
  • Mempunyai DNA yang lebih kompleks, dan memiliki lebih banyak kandungan pasangan basa nukleotida. Sehingga harus digulung di protein histon terdapat histonnya.
  • Bahan gen (DNA) misalnya seperti pita ganda serta tersusun secara spiral dan saling melilit (double helix).
  • Mempunyai kromosom lebih dari 1 (satu).
  • Mempunyai intron dan ekson.
  • Tidak mempunyai operon.
  • Transkipsi terjadi di inti, serta translasi terjadi pada sitoplasma. Keduanya tidak mampu berjalan secara bersamaan.
  • Transkipsi sangat rumit terjadi, hal ini dikarenakan akses RNA polymerase dengan DNA lebih lama karena DNA dikemas dengan sistem kompak terhadap protein histon.
  • Proses regulasi sintesis proteinnya yang lebih kompleks.
  • Mempunyai sistem endomembran misalnya seperti retikulum endoplasma serta kompleks Golgi.
  • Ukuran sel berkisar antara sekitar 10 mikron hingga 100 mikron.
  • Struktur sel yang lebih kompleks (organel sel) serta yang terdapat pada organisme multiselular (bersel banyak).
  • Reproduksi dengan cara mitosis (sel tubuh) maupun dengan cara meiosis (sel kelamin).
  • Dapat bersifat autotrof ataupun heterotrof.

  • Tabel Perbedaan Antara Sel Prokariotik Dengan Sel Eukariotik
    Secara umum, sel eukariotik mempunyai struktur yang lebih kompleks serta lebih besar jika dibandingkan dengan sel prokariotik. Nah, supaya lebih jelas, berikut ini disajikan beberapa perbandingan atau perbedaan antara sel prokariotik dengan eukariotik berbentuk tabel.

    Pembeda Sel Prokariotik Sel Eukariotik
    Ukuran 1 – 10 mikron 10 - 100 mikron
    Inti Sel Tidak ada membran inti Ada membran inti
    Sistem Endomembran Tidak ada Ada
    Letak DNA Di daerah nukleoid Di dalam nukleoulus
    DNA Berbentuk Cincin Bulat (Sirkuler) Bentuk seperti pita ganda dan susunannya spiral yang saling melilit (double helix)
    Ribosom Ada ribosom pada sitoplasma Ada ribosom pada sitoplasma dan retikulum endoplasma
    Membran Plasma Ada Ada
    Dinding Sel Ada Terdapat pada tumbuhan, sedangkan pada sel hewan tidak ditemukan 
    Mitokondria Tidak ada Ada
    Retikulum Endoplasma Tidak ada Ada
    Badan Golgi Tidak ada Ada
    Lisosom Tidak ada Ada
    Sentriol Tidak ada Ada
    Sitoplasma Ada Ada
    Mesosom Ada Tidak ada
    Reproduksi Lewat pembelahan biner, transformasi, konjugasi, dan dan transduksi Secara mitosis (sel tubuh) ataupun meiosis (sel kelamin)
    Kromosom Hanya memiliki kromosom tunggal Mempunyai kromosom yang lebih dari satu
    Contoh Organisme Kelompok kingdom atau dunia Monera, Eubacteria (Bacteria), Archaebacteria (Archae), dan Cyanobacteria Kelompok kingdom atau dunia Animalia, Fungi, Protista, dan Plantae.

    Contoh Sel Prokariotik Dan Eukariotik
    Seperti yang sudah dijelaskan di halaman ini bagian atas, bahwa untuk sel prokariotik hanya ditemukan pada kingdom ataupun dunia dunia Archaebacteria (Archae), Monera, serta dunia Eubacteria (Bacteria). Adapun dunia Fungi, Animalia, Plantae, serta dunia Protista memiliki struktur sel eukariotik.

    Dari pernyataan tersebut, tentu telah dapat dilihat contoh dari organisme ataupun makhluk hidup yang memiliki jenis sel prokariotik antara lain jenis bakteri Escherichia coli, Methanobacterium, Halobacterium salinairum, bakteri Lactobacillus, Sulfolobus acidocaldarius, Azotobacter, kelompok Cyanobacteria (ganggang hijau biru) misalnya seperti Spirulina sp, Anabaena, dan lainnya.
    Sedangkan untuk contoh dari organisme ataupun makhluk hidup yang telah tersusun dari sel eukariotik yaitu seperit manusia, hewan, tumbuhan, Amoeba maupun Chlorella, Euglena (kelompok protozoa), serta Sargassum (algae), oomycota maupun myxomycota (protista mirip jamur), dan juga fungi ataupun jamur misalnya seperti Aspergillus oryzae, Rhizopus oryzae, Saccharomyces cerevisiae, Penicillium notatum, dan sebagainya.