Ciri-Ciri Bakteri dan Contoh, Serta Penjelasannya [Terlengkap]

Apakah bakteri itu? Mungkin sebagian orang telah mengetahuinya. Langsung saja disimak ulasan mengenai ciri-ciri dati bakteri secara umum, contoh, dan peranan, beserta penjelasannya di halaman ini, yang lengkap dengan contoh bergambar. Bakteri termasuk ke dalam kategori makhluk hidup yang bersel satu dengan bentuk ukuran yang sangat kecil, dan hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop. Bentuknya juga sangat beragam yang dari dimulai dari batang, spiral, ataupun mirip seperti bola.
Sebelum mengenal terkait bakteri yang lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui sejarah tentang penemuan bakteri. Makhluk hidup bakteri yang pertama kalinya ditemukan oleh peneliti Antonie Van Leuwenhook (1632 –1723). Beliau telah berhasil melihat makhluk hidup yang kecil memiliki nama animalkulus, yang akhirnya dikenal dengan sebutan bakteri.

Istilah nama bakteri berasal dari kata bakterion yang mempunyai arti batang kecil. Pengertian bakteri menurut para ahli yaitu suatu makhluk hidup prokariotik yang memiliki sel satu yang termasuk ke dalam golongan monera. Berikut ini adalah penjelasannya.
Setiap makhluk hidup memiliki ciri khusus yang dapat membedakannya dengan makhluk hidup yang lainnya. Begitu juga dengan bakteri, terdapat beberapa ciri-ciri tertentu yang hanya ada pada dirinya.
1. Bakteri Termasuk Ke Dalam Kategori Organisme Uniseluler Yang Memiliki Sel Tunggal atau Bersel Satu
Bakteri termasuk ke dalam kategori makhluk hidup yang mempunyai satu sel (Uniseluler). Berbeda dengan bentuk struktur tubuh virus yang kelihatan sederhana, maka struktur tubuh bakteri justru lebih lengkap. Bagian-bagian sel bakteri yang terdiri dari membran sel, dinding sel, inti sel (DNA), flagel, sitoplasma, ribosom, pili, dan kapsul. Fungsi dari setiap bagian sel bakteri tersebut antara lain:

  • Dinding Sel: melindungi sel, memberi bentuk sel, memberi kekuatan, serta menyelenggarakan pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.
  • Membran Sel: mengatur keluar masuknya substansi kimiawi dengan kondisi larutan sel serta sebagai tempat perlekatan flagelum.
  • Sitoplasma: tempat organela sel serta berisi seluruh zat yang diperlukan untuk kehidupan sel.
  • Ribosom: tempat sintesis protein.
  • Inti Sel (DNA): pengendali sintesis protein serta pembawa sifat
  • Pili / Pilus: alat untuk pelekat antara sel bakteri dengan sel bakteri lainnya, sebagai pintu gerbang untuk masuknya bahan genetik selama kondisi berlangsungnya perkawinan antar bakteri, serta alat untuk perekat bakteri di berbagai permukaan jaringan hewan ataupun jaringan tumbuhan yang merupakan nutriennya.
  • Flagel: sebagai pergerakan pada sel bakteri (alat gerak).
  • Kapsul: sebagai pelindung tubuh bakteri ketika kondisi lingkungan tidak menguntungkan.
2. Bakteri Termasuk Organisme Prokariotik
Organisme Prokariotik adalah suatu makhluk hidup yang inti selnya tidak mempunyai membran. Oleh sebab inti sel bakteri yang tidak diselimuti membran sel, maka akan sedikit sulit dalam membedakannya dengan organel sel lainnya. Umumnya inti sel bakteri hanya akan tampak berupa suatu bagian yang lebih kental daripada sekelilingnya.

Bakteri sebagai suatu makhluk hidup tentu mempunyai informasi genetik seperti DNA, namun tidak terlokalisasi di tempat khusus (atau nukleus) serta tidak memiliki membran inti. Bentuk DNA bakteri yaitu sirkuler, panjang, serta umumnya disebut dengan nukleoid.


Pada DNA bakteri tidak memiliki intron serta hanya tersusun oleh akson saja. Bakteri mempunyai DNA ekstrakromosomal yang termasuk ke dalam kelompok plasmid yang mempunyai bentuk kecil dan sirkuler.

3. Bakteri Secara Umum Tidak Dapat Melakukan Fotosintesis Karena Tidak Memiliki Klorofil
Bakteri umumnya tidak memiliki klorofil sehingga tidak mampu membuat makanannya sendiri. Akan tetapi, ada juga jenis bakteri yang dapat berfotosintesis antara lain bakteri yang memiliki klorofil misalnya seperti bakteri Thiorhodaceae (yaitu bakteri belerang).
Menurut sumber zat makanannya, maka klasifikasi bakteri dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu bakteri autotrof dan heterotrof. Bakteri heterotrof dapat dibagi menjadi 2 yaitu bakteri saprofit dan parasit. Menurut ciri-ciri bakteri berdasarkan kebutuhan oksigennya, maka bakteri ini dibedakan menjadi 2 bagian bakteri aerob dan anaerob.

4. Ukuran Tubuh Bakteri Sangat Kecil
Ciri-ciri bakteri dapat dilihat dari ukuran tubuhnya antara lain ukuran bakteri yang terbesar yang pernah ada sekitar 100 mikron. Ada juga yang kurang dari 1 mikron serta yang paling kecil sekitar 0,1 mikron (1 mikron = 0,001 mm). Bakteri hanya mampu dilihat dengan menggunakan alat bantu yaitu mikroskop. Ukuran bakteri yang lebih kecil yaitu dari 0,1 mikron hanya mampu diamati dengan mikroskop elektron (mikroskop dengan ukuran yang lebih kecil).
5. Bakteri Hidup Secara Soliter Dan Berkoloni
Jika dilihat dari cara hidupnya, maka bakteri ada yang hidup dengan cara soliter (atau sendiri) serta ada pula bakteri yang hidup dengan cara berkoloni. Hidup secara soliter yaitu bakteri tidak berkelompok dengan bakteri lainnya. Bakteri tersebut hidup dengan cara sendiri. Misalnya bakteri Micrococcus.

Sedangkan bakteri yang hidupnya berkoloni, maka hidup secara ramai atau berkelompok. Contohnya seperti bakteri Staphylococcus. Sekumpulan bakteri juga bisa membentuk koloni. Misalnya, pada makanan yang telah mengalami pembusukan, koloni bakteri akan kelihatan berbentuk cairan yang sangat kental, lengket serta mirip seperti lendir yang mempunyai warna putih kekuningan.
6. Habitat Bakteri Sangatlah Luas Sehingga Memiliki Sifat Kosmopolit 
Tubuh bakteri yang sangat kecil serta cara hidupnya yang sangat beraneka ragam memungkinkan bakteri dapat hidup di mana saja. Sehingga bakteri dapat ditemukan dilokasi mana saja, misalnya seperti di dalam tanah, di dalam air, di dalam sisa-sisa makhluk hidup, dan di dalam tubuh manusia, atau di dalam sebutir debu.
Luasnya distribusi bakteri ini dapat menyebabkan bakteri sering dikenal dengan kosmopolit, yaitu suatu makhluk hidup yang mempunyai distribusi tersebar ke seluruh penjuru dunia.

7. Bakteri Dapat Berkembangbiak Secara Aseksual Maupun Seksual
Untuk dapat memperbanyak diri (sistem reproduksi), bakteri dapat melakukan perberkembangbiakan dengan cara aseksual maupun seksual. Aseksual dilakukan dengan pembelahan biner. Apa itu pembelahan biner? Pembelahan biner yaitu suatu pembelahan yang diawali terbentuknya suatu dinding melintang, dan kemudian memisahkan diri antara 1 (satu) sel bakteri dan menjadi 2 (dua) sel anak. Dua sel bakteri ini memiliki bentuk serta ukuran sama (identik).

Reproduksi bakteri bisa berlangsung dengan cara yang sangat cepat. Pada keadaan optimal, maka beberapa jenis bakteri bisa membelah setiap durasi waktu 20 menit sekali. Dalam satu jam maka bakteri dapat melakukan perberkembangbiakan menjadi berjuta-juta sel.

Coba saja hitung apabila setiap 20 menit bakteri mampu membelah diri, kira-kira berapa total bakteri yang akan dihasilkan dari 1 (satu) bakteri dalam hitungan waktu 24 jam? Sangat banyak banget, bukan?

Perkembangbiakan bakteri dengan cara seksual (kawin) dapat dilakukan dengan sistem pertukaran materi genetik lewat transformasi, transduksi, maupun konjugasi. Bakteri tidak akan melakukan pembiakan dengan seksual yang sesungguhnya, seperti yang telah terjadi oleh makhluk hidup eukariot, karena bakteri tidak akan mengalami penyatuan sel kelamin.


Walaupun begitu, pada makhluk hidup bakteri terjadi suatu pertukaran materi genetik bersama dengan sel pasangannya. Oleh sebab itu, kembang biak bakteri yang telah terjadi dengan cara ini dikenal dengan istilah perkembangbiakan paraseksual. Berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai ketiga cara dalam perkembangbiakan bakteri secara seksual.
  • Transformasi merupakan suatu pemindahan potongan materi genetik ataupun DNA yang berasal dari luar ke dalam sel bakteri penerima. Dalam proses seperti ini, maka tidak akan terjadi kontak langsung antara suatu bakteri pemberi DNA dengan penerima.
  • Konjugasi merupakan suatu penggabungan antara DNA pemberi dengan DNA penerima lewat kontak langsung. Jadi, untuk dapat memasukkan suatu DNA yang berasal dari sel pemberi ke dalam sel penerima, maka harus terjadi hubungan secara langsung.
  • Transduksi yaitu suatu pemindahan DNA yang berasal dari sel pemberi ke dalam sel penerima karena adanya perantaraan virus. Protein virus yang mempunyai fungsi untuk cangkang digunakan sebagai pembungkus serta pembawa DNA bakteri pemberi menuju sel penerima.
8. Bakteri Mempunyai Bentuk Tubuh Yang Bervariasi
Secara umum, bakteri mempunyai 4 (empat) bentuk diantaranya adalah Basil (Batang), Coccus (Kokus / Bulat), Spirillum (Spiral), dan Vibrio (Koma).


9. Bakteri Dapat Bertahan Hidup Di Lingkungan Ekstrim
Walaupun ukurannya sangatlah kecil, akan tetapi daya tahan hidup suatu bakteri termasuk ke dalam kategori luar biasa. Terdapat beberapa jenis bakteri yang dapat hidup di lingkungan yang ekstrim misalnya seperti di mata air panas, gambut, kawah, ataupun di daerah kutub bumi yang dikenal mempunyai suhu sangat dingin.
10. Secara Umum Bakteri Termasuk Ke Dalam Kategori Organisme Heterotrof
Heterotrof yaitu makhluk hidup (organisme) yang tidak dapat menyusun makanannya sendiri. Jadi bakteri harus memperoleh zat makanannya dari sumber makhluk hidup lainnya. Umumnya, bakteri termasuk ke dalam golongan heterotrof. Untuk memperoleh makanannya, maka bakteri dapat hidup secara saprofit maupun parasit.
Bakteri saprofit yaitu suatu bakteri yang hidup berkembang biak di jasad yang telah mati, misalnya seperti sampah, bangkai, ataupun kotoran. Bakteri ini sering dikenal sebagai bakteri pembersih karena mampu menguraikan sampah-sampah bahan organik sehingga sangat menguntungkan bagi manusia.

Contohnya, bakteri Eschericia coli yang memiliki peran untuk pembusukan dari sisa makanan yang ada di dalam usus besar serta bakteri Lactobacillus bulgaricus yang memiliki peran dalam pembuatan yogurt.
Bakteri parasit yaitu suatu bakteri yang hidupnya hanya menumpang di makhluk hidup lain. Bakteri ini umumnya memiliki sifat sangat merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya, karena bisa menyebabkan penyakit.

Contohnya, kolera yang disebabkan karena bakteri Vibrio cholerae, penyakit TBC yang disebabkan dari bakteri Mycobacterium tuberculosis, penyakit disentri disebabkan dari bakteri Shigella dysenterriae, penyakit sifilis yang disebabkan karena bakteri Treponema pallidum, serta radang paruparu (pneumoniae) yang disebabkan karena akibat bakteri Diplococcus pneumoniae.
Peranan Bakteri Untuk Kehidupan Manusia
Berbicara mengenai bakteri, maka dalam pikiran kita tentunya akan langsung menilai bahwa suatu makhluk hidup yang dapat menyebabkan penyakit serta hidupnya di tempat-tempat yang kotor. Padahal, tidak semua bakteri itu merugikan ya, terdapat banyak bakteri yang sangat menguntungkan kehidupan manusia dan makhluk hidup lain.
Menurut rangkupan dari banyak sumber, berikut ini disampaikan beberapa peranan dari bakteri di dalam kehidupan sehari-hari manusia. Kira-kira apa sajakah manfaat bakteri?


Contoh bakteri yang sangat menguntungkan manusia, antara lain:
  • Rhizobium bersimbiosis yang terdapat pada akar leguminosarum untuk dapat mengikat nitrogen.
  • Azotobacter yang hidup di dalam tanah serta mampu mengikat nitrogen dan dapat menyuburkan tanah.
  • E. coli memiliki manfaat sebagai pembusukan makanan yang terdapat di dalam usus besar serta bakteri yang menghasilkan vitamin K yang mampu membantu pembekuan darah.
  • Lactobacillus sp. yang dimanfaatkan untuk proses dalam pembuatan susu yogurt maupun susu keju.
  • Acetobacter xylium yang dimanfaatkan dalam pembuatan nata de coco yang berasal dari air kelapa.
  • Acetobacter yang dimanfaatkan untuk dapat mengubah cairan cuka menjadi cairan alkohol ataupun alkohol menjadi asam cuka.
  • Bakteri saprofit anaerob yang bermanfaat untuk pembuatan gas bio ataupun biogas.
  • Streptococcus griceus yang memiliki manfaat untuk penghasil obat antibiotik streptomisin sehingga sangat banyak dimanfaatkan di dunia industri obat-obatan.
  • Bacillus thuringensis, yang bermanfaat untuk agensia pengendali hayati untuk tanaman kobis, jagung, tembakau, kapas, serta pemberantasan nyamuk vektor terhadap penyakit malaria maupun demam berdarah.
  • Agrobacterium tumefaciens bermanfaat untuk pembuatan tanaman transgenik, yang bertujuan untuk resistensi terhadap hama maupun penyakit, peningkatan nutrisi, maupun daya simpan produk.
  • Bakteri Nitrosococcus, Nitrosomonas, serta Nitrobacter memiliki peran dalam menyuburkan tanaman.
  • Bacillus brevis untuk dapat menghasilkan antibiotic tirotrisin, Bacillus polymyxa dapat menghasilkan polimiksin. Bacillus substilis dapat menghasilkan basitrasin.
  • Methanobacterim memiliki peran dalam pembuatan bio gas untuk bahan bakar.
Contoh bakteri yang merugikan manusia, yaitu:
  • Salmonella typhosa penyebab penyakit tifus.
  • Shigella dysenteriae penyebab penyakit disentri.
  • Neisseria meningitidis penyebab penyakit meningitis.
  • Neisseria gonorrhoeae penyebab penyakit kencing nanah / raja singa.
  • Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit tuberkulosis.
  • Mycobacterium leprae penyebab penyakit lepra.
  • Treponemia pallidum penyebab sifilis.
  • Diplococcus pneumonia penyebab radang paru-paru / pneumonia.
  • Vibrio cholerae penyebab kolera.
  • Pasteurela pestis penyebab sampar / pes.
  • Bacillus antraxis penyebab antrak pada domba, kerbau, sapi.
  • Clostridium tetani penyebab Tetanus.
  • Xanthomonas citri penyebab kanker batang pada jeruk.
Demikian beberapa penjelasan singkat mengenai ciri-ciri dari bakteri secara umum dengan peranan, serta contohnya. Terima kasih telah mengunjungi halaman ini, semoga bermanfaat.