Ternyata Inilah Jamur Yang Sangat Menguntungkan Manusia.

Contoh dari jamur Ascomycota yang sangat menguntungkan dan memberikan manfaat baik untuk manusia serta hidupnya sebagai saprofit yaitu jamur Saccharomyces cereviciae (yang terdapat khamir pada bir, roti, maupun alkohol), jamur Saccharomyces tuac (yang terdapat pada khamir tuak), jamur Saccharomyces ellipsoideus (yang terdapat pada khamir anggur), jamur Penicillium sp. (yang terdapat pada makanan dan roti busuk), serta jamur Neurospora crassa (yang merupakan bahan pembuatan oncom).
Berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai beberapa contoh dari jamur yang termasuk ke dalam kelompok jamur Ascomycota beserta dengan ciri ciri manfaatnya.
1. Jamur Neurospora crassa
Neurospora crassa adalah jamur yang memiliki manfaat sebagai bahan pembuatan oncom. Jamur ini memiliki warna oranye dan sering ditemukan tumbuh di kayu yang sudah terbakar. 
Perhatikan gambar:

2. Jamur Sacharomyces cereviceae
Sacharomyces cereviceae yang merupakan termasuk ke dalam kelompok Saccharomycota. Kelompok ini dianggap sebagai penjelmaan dari Endomycota.
Jamur ini hidup sebagai saprofit serta sering dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan alkohol, kue, tapai, roti, ataupun bir, memiliki sifat uniseluler, sel yang memiliki bentuk bulat, tidak memiliki hifa, serta berkembang biak dengan pertunasan. Sebagian ada yang tumbuh pada makanan tertentu yang memiliki hifa, namun tidak tetap serta terputus-putus menjadi suatu sel yang terpisah-pisah. Dinding selnya memiliki kandungan fosfor glikoprotein.
Perhatikan gambar:

Ragi ataupun jamur Sacharomyces cereviceae yang sangat menguntungkan bagi manusia terutama untuk dapat mengembangkan adonan roti serta bahan pembuatan alkohol. Ragi dikelompokkan ke dalam jamur Ascomycota karena untuk pembiakan seksualnya dilakukan dengan cara membentuk askospora.
Apabila keadaan lingkungan dapat memungkinkan untuk tumbuh, maka ragi dapat berkembang biak dengan cara aseksual dengan cara membentuk tunas, lalu tunas ini akan memisahkan diri. Sering kali tunas itu tetap melekat di induknya dan bertunas lagi sehingga dapat membentuk koloni.
Pada perkembangbiakan seksual, maka dinding sel ragi memiliki fungsi sebagai askus. Inti selnya yang diploid (2n) akan membelah secara meiosis dan menghasilkan 4 sel haploid yang dapat berkembang menjadi askospora. Setelah askospora keluar dari askus, maka masing-masing akan terus bertunas serta membentuk askospora yang baru. Selanjutnya, terjadi peleburan di antara dua askospora yang baru dan membentuk sel ragi yang diploid (2n).
Saccharomyces yang dimasukkan ke dalam suatu cairan yang memiliki kandungan gula dapat menyebabkan pengkhamiran. Pengkhamiran adalah perubahan gula menjadi alkohol. Sel-sel khamir yang telah mengendap pada pembuatan bir dikenal dengan sebutan faex medicinalis serta bermanfaat dalam pembuatan vitamin B-kompleks.
Saccharomyces cereviciae (yang ditemukan pada khamir roti) maupun alkohol (atau khamir bir) memiliki manfaat untuk pembuatan roti ataupun alkohol. Saccharomyces tuac bisa mengubah nira menjadi tuak. Saccharomyces ellipsoideus yaitu khamir yang bisa mengubah cairan dari buah anggur menjadi suatu minuman anggur.
3. Jamur Penicillium sp
Contoh dari jamur Ascomycota yang sangat menguntungkan bagi manusia berikutnya yaitu jamur Penicillium sp. Jamur ini adalah jamur yang perkembangbiakannya secara aseksual dengan cara membentuk konidium yang terdapat pada ujung hifa. Setiap konidium akan tumbuh menjadi jamur baru. Konidium yang memiliki warna kehijauan yang dapat hidup di makanan, roti, atau buah-buahan busuk, kain, maupun kulit.
Perhatikan gambar:

Jamur penicillium caseicolum bisa memiliki manfaat memberi citarasa yang sangat khas untuk keju rokefort maupun kamembert, sedangkan untuk jamur Penicillium notatum serta jamur Penicillium chrysogenum yaitu pembuat penisilin karena memiliki sifat racun yang bisa menghasilkan zat mematikan, seperti antibiotika.
Sekarang ini antibiotika sangat banyak dimanfaatkan untuk dapat mengobati berbagai jenis penyakit yang telah disebabkan oleh infeksi dari mikroba pada manusia. Pemakaian penisilin harus sangat sesuai dengan anjuran dari dokter. Apabila tidak (berlebihan), maka pasien akan mengalami kekebalan.