Sisi Positif dan Negatif Mengkonsumsi Daging Kelelawar

Virus corona masih menjadi pusat perhatian oleh warga di seluruh dunia. Virus yang telah diduga berasal dari lokasi Pasar Huanan di bagian Wuhan, China, yang telah menjual daging hewan liar. Salah satunya yaitu hewan kelelawar yang diduga masih menjadi pemicu wabahnya terkait Virus Corona yang ada di China. Virus ini diduga bermula saat masyarakat setempat sedang mengkonsumsi daging hewan liar, dan salah satunya adalah Kelelawar.
Tidak hanya di China saja, mengkonsumsi daging hewan liar, yang termasuk juga kelelawar, juga terjadi di negara Indonesia. Di sebagian daerah negara Indonesia juga sekarang ini masih terdapat bagian beberapa daerah yang masih juga melakukan perdagangan serta mengkonsumsi daging hewan liar.
Kekelawar adalah hewan mamalia yang menurut asalnya yaitu ordo Chiroptera, yang artinya adalah kelelawar yang berkembang biak dengan melahirkan anaknya. Hewan ini mempunyai kaki bagian depan yang bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sayap supaya dapat terbang. Kelelawar termasuk hewan nocturnal, yang dimana beraktivitas untuk mencari makan serta bersosialisasi di malam hari. Pada siang hari, hewan kelelawar akan tidur dalam kegelapan tanpa sinar matahari seperti gua atau di tempat gelap lainnya.
Kelelawar juga dikenal juga sebagai hewan dengan memiliki kemampuan pendengarannya yang sangat baik serta tajam, dan jauh lebih tajam daripada pendengaran hewan lainnya. Kelelawar juga mampu mendengar serta memanfaatkan suatu gelombang ultrasonic untuk dapat melihat serta sebagai alat untuk navigasi. Kelelawar merupakan hewan pemakan segala ataupun omnivora.


Manfaat mengkonsumsi daging kelelawar untuk kesehatan
Walaupun banyak yang masih menduga virus ini merupakan virus yang berasal dari hewan liar seperti ini, hingga sekarang ini masih belum bisa dipastikan terkait asal mula dari virus itu. Kelelawar memang sangat dipercaya mempunyai berbagai macam khasiat untuk tubuh, sehingga sangat tidak heran apabila di Tiongkok banyak kudapan terlezat yang memiliki sumber bahan dasar yang berasal dari hewan liar ini.
Lalu apa sajakah manfaat dengan mengkonsumsi daging kelelawar tersebut? Berikut kita rangkum manfaat dalam mengkonsumsi daging kelelawar.

1. Menyembuhkan penyakit pernafasan (Asma)
Daging kelelawar yang dapat dijadikan sebagai obat yang mampu menyembuhkan penyakit asma telah pernah dilakukan penelitian. Menurut hasil dari penelitian tersebut mengatakan bahwa, dalam daging kelelawar memiliki kandungan senyawa kitotefin yang dapat digunakan untuk dapat penyembuhan penderita penyakit asma. Senyawa ini juga dapat ditemukan pada daging hewan lainnya, misalnya seperti kelinci.
2. Sembuhkan penyakit kulit
Banyak yang telah mengatakan bahwa kandungan daging hewan liar ini dapat menyembuhkan rasa gatal alergi yang terjadi pada kulit. Akan tetapi untuk hal ini merupakan mitos yang telah berkembang di masyarakat. Hingga saat ini masih belum ada hasil penelitian yang telah membuktikan ataupun yang menyatakan bahwa hal tersebut adalah benar ataupun tidak.
3. Menambah stamina
Daging kelelawar yang dipercaya mampu meningkatkan stamina pada tubuh seseorang. Banyak masyarakat yang meyakini apabila daging kelelawar juga mampu meningkatkan gairah seksual dalam hubungan asmara. Akan tetapi hal ini masih kategori mitos belaka, dikarenakan masih belum ada hasil penelitian yang mampu mengkonfirmasi terkait hal tersebut.
BAHAYA MENGKONSUMSI DAGING KELELAWAR
Terlepas dari manfaat mengkonsumsi atau memakan daging kelelawar, maka hewan kelelawar sendiri juga dianggap sebagai salah satu jenis hewan yang dapat membawa virus berbahaya. Kelelawar yang dianggap rumah terhadap lebih dari sekitar 60 virus yang mampu menginfeksi serta menular terhadap kesehatan manusia.
Menurut dokter Jon Epstein yang salah seorang dokter hewan dari EcoHealth Alliance, mencatat bahwa para menurut penelitian yang telah menemukan bukti bahwa garis keturunan kuno influenza dari kelelawar. Selain itu, kelelawar juga telah diduga sebagai pembawa dari jenis virus corona, yang sekarang ini sangat ramai dibahas. Hewan ini sering sekali membawa berbagai virus hingga telah terbukti dapat mematikan terhadap spesies lain, juga termasuk manusia. Banyak Ahli yang mengatakan bahwa limpahan dari virus umumnya terjadi di berbagai negara berkembang. Karena dilokasi tersebut, jenis satwa liar akan semakin meningkat kontaknya dengan tingkat populasi manusia yang tentunya terus bertambah.