Cara Menggabungkan Banyak Receiver TV Pada 1 Parabola (Solusi Terlengkap)

Solusi #1.

Metode yang digunakan dalam hal ini yaitu dengan cara menggabungkan 2 buah jenis receiver dengan parabola LNB. Cara pasang televisi dengan 2 buah receiver seperti ini sangatlah mudah untuk dipraktekkan, tentunya Anda juga dapat melakukannya.
Agar dapat melakukan pemasangan 2 buah receiver dengan 1 buah parabola yaitu receiver dengan fasilitas yang dilengkapi dengan sistem loop out yang umumnya terletak pada bagian belakang receiver yang bersebelahan dengan inputan LNB. Seperti gambar di bawah ini:

Receiver dengan fasilitas LNB loop out

Jika hal ini receiver Anda tidak dilengkapi dengan fasilitas LNB loop out maka Anda dapat melakukan alternatif lain, seperti gambar di bawah ini:

Rangkaian receiver loop out alternatif

Keuntungan cara memasang 1 parabole yang berisi 1 lnb dengan memakai 2 buah receiver (receiver A dan receiver B) sistem LNB Loop Out seperti pada gambar di atas akan terlihat sistem instalasi untuk kabel yang lebih rapi, hal ini karena hanya memerlukan 1 kabel apabila digunakan di satu ruangan. Dan kerugian sistem Loop Out yaitu pada receiver yang kedua tidak dapat memilih channel sesukanya, karena polaritas pada kedua receiver A dan receiver B harus sama pada 1 LNB aktif yang sama pula.
Jadi jika receiver A menyaksikan channel dengan polaritas horizontal maka receiver B juga hanya dapat mengakses channel dengan polaritas horizontal, dan untuk polaritas vertikal tidak akan dapat signal. Jika ada yang penasaran dengan cara menggabungkan 2 buah receiver dengan 1 buah parabola, silahkan dicoba.
Di bawah ini terdapat langkah skema rangkaian sistem Loop Out:
- Dari LNB antena parabola langsung masuk ke dalam inputan LNB receiver 1
- Dari receiver pertama, maka carilah LNB loop outnya.
- Potonglah kabel secukupnya untuk dapat menggabungkan receiver A dengan receiver B sekalian dengan konektornya.
- Pasanglah konektor receiver B ke LNB loop out pada receiver A, dan ujung satunya lagi ke inputan LNB receiver B
- Tinggal nyalakan kedua receiver dalam mengecek bersama.
Jika kedua receiver dapat menyala dan menampilkan tampilan channel yang sama, maka cobalah receiver B diganti channel pada polaritas yang sama. Jika masih dapat diakses pada kedua receiver (receiver A dan receiver B) dengan sukses pada channel pilihan maka dipastikan Anda sukses menggabungkan 2 buah receiver dengan 1 buah parabola.
Kesimpulan Solusi #1:
a. Jika receiver memiliki fasilitas loop out, maka harus polaritas yang sama (mengikuti receiver A)
b. Jika ingin mengakses siaran lewat receiver B, maka receiver A harus menyala.



Solusi #2.

Anda dapat menggunakan alternatif lain sebagai solusi terakhir apabila Anda ingin menyaksikan acara televisi yang berbeda polaritas dan hanya menggunakan receiver salah satu diantaranya.
Langkah-langkah yang dapat dilakukan, antara lain:
1. Menggunakan alat bantu multi switch (Switch parabola yang memiliki fasilitas polaritas Vertikal dan Horizontal dengan banyak receiver), seperti pada gambar di bawah ini.

Multiswitch receiver parabola dengan fasilitas dual output LNB 


2. Menggunakan LNB tipe dual polaritas (polaritas horizontal dan horizontal vertikal), seperti LNB pada gambar di bawah ini:

Dual output (vertikal dan horizontal) pada LNB Parabola 

Dual output LNB tipe C Band

Table Karakteristik LNB Parabola

3. Rakitlah multiswitch receiver parabola dengan LNB dual output, seperti gambar di bawah ini: 

rangkaian 1 LNB parabola pada 1 parabola dengan 4 receiver

rangkaian 2 parabola (polaritas vertikal dan polaritas horizontal terpisah) berbeda dengan 4 receiver

4. Diuji coba setelah semuanya dirangkai dengan baik, jika bisa menyaksikan di berbeda receiver apapun dengan berbeda polaritas di masing-masing receiver menyala bersamaan, maka hal ini berhasil. 
Kesimpulan Solusi #2:
1. Tidak memiliki receiver utama seperti sistem loop out.
2. Sangat menguntungkan banyak user (semua receiver), karena dapat menyalakan tanpa harus menunggu receiver utama menyala seperti sistem loop out.
3.  Dapat menyalakan siaran televisi yang berbeda, tanpa harus menyamakannya dengan receiver utama seperti sistem Loop Out.