Inilah Beberapa Gejala Tanda Bayi Alergi Susu Formula. Sebagai Orang Tua, Waspadailah Hal Ini

Dari bayi usia lahir hingga mencapai usia 2 tahun, maka sebaiknya bayi mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI). Hal ini disebabkan karena kandungan ASI dapat meningkatkan kekebelan tubuh bayi, ASI mengandung gizi yang sangat baik, hingga mampu mengoptimalkan perkembangan anak. 
Akan tetapi, terdapat beberapa kondisi yang tidak dapat memungkinkan memberikan ASI pada bayi. Maka orangtua harus segera menggantikannya dengan memberikan susu formula. Akan tetapi saat memberikan susu formula pada bayi, maka orangtua harus ekstra teliti dan cermat karena tidak semua produk yang cocok dengan bayi. 
Ketidakcocokan tersebut dapat disebabkan karena anak memiliki penyakit alergi atau mempunyai intoleransi laktosa. Jadi bagaimana mengetahui ciri-ciri atau tanda-tanda bayi tidak sesuai dengan susu formula? 
1. Perut bayi menjadi lebih sering kembung, diare, kolik, sakit perut, bahkan muntah. 
2. Ruam merah, gatal, bahkan pembengkakan pada daerah bibir atau mulutnya. 
3. Flu, gangguan pernafasan, sesak nafas, batuk, bahkan napas bayi berbunyi. 
4. Reaksi anafilaksis yang memerlukan suatu penanganan medis segera. 


Jangka kecocokan susu formula pada bayi? 
Ketika harus memilih susu formula, maka berikanlah waktu. Sama halnya seperti orang dewasa, seperti diet yang tidak mengharapkan hasil dalam waktu semalam. 
Hal yang sama juga berlaku untuk bayi, tentunya membutuhkan waktu untuk bayi dalam penyesuaian dengan satu formula sebelum kita sebagai orangtua untuk menilai formula berikutnya. Dr. Young pun menyarankan untuk durasi memberikannya yang setidaknya seminggu ataupun sepuluh hari. 
Sepuluh hari merupakan waktu yang cukup lama selama dua bulan kehidupan namun ada baiknya Anda menilai apakah terdapat peningkatan atau tidak. Dengan alasan terlalu cepat untuk tidak memberi waktu masa penyembuhan apapun sebaiknya harus dapat diamati, ungkap Dr. Young di dalam weightandwellness.com. 
Tips Dalam Mengatasi Bayi Yang Tak Cocok Dengan Susu Formula
Agar tepat di dalam menyikapi beberapa gejala pada bayi tidak cocok mengkonsumsi susu formula, maka berikut ini merupakan beberapa tips yang dapat Anda lakukan, yaitu: 
Konsultasikanlah dengan para dokter ataupun para ahli gizi yang terkait dengan penggantian jenis susu formula yang lebih sesuai untuk dapat dikonsumsi bayi Anda, jika bayi Anda memang tidak ada pilihan yang sesuai selain daripada susu formula. 

Jangan memberikan produk susu formula yang berjenis apapun, dan termasuk dengan yang mempunyai bahan dasar dari kedelai ke bayi tanpa memperoleh adanya saran dari medis terlebih dahulu. Melakukan diet bebas susu atau juga produk olahan dari susu jika Anda masih memberikan asupan ASI kepada bayi Anda. 
Apabila bayi Anda tidak cocok dengan beberapa susu formula yang dikarenakan intoleransi laktosa, maka Anda dapat mengatasi hal tersebut dengan beberapa langkah seperti berikut ini: 

- Hindarilah atau batasilah segala jenis produk susu serta makanan yang memiliki kandungan laktosa. Periksalah label makanan ketika Anda berbelanja untuk dapat memastikan tidak menemukan kandungan laktosa ataupun susu di dalam produk tersebut. 
- Berikanlah bayi jenis produk susu yang bebas dari kandungan laktosa. Perhatikanlah apakah terjadi suatu gejala intoleransi laktosa ketika memberikan makanan yang baru kepada bayi. 

- Lengkapilah makanan pendamping asupan ASI bayi dengan sumber kalsium, misalnya seperti sayuran hijau, tahu, brokoli, jus buah, salmon, atau buah jeruk sebagai dari pengganti asupan kalsium yang berasal dari susu. 
Jangan lupa untuk dapat melengkapi pula makanan bayi Anda dengan vitamin dan mineral yang cukup, misalnya seperti vitamin A, vit. B, vit. D, dan fosfor.