Berikut Ini Ekspresi Marah Yang Sering Terjadi

Marah tidaklah selalu buruk, karena sebagian besar para ahli dari kesehatan mental justru berpendapat bahwa marah sesungguhnya merupakan suatu ekspresi yang sehat. 
Marah merupakan sinyal dan sangat layak untuk dapat didengarkan. Akan tetapi, seringkali orang lain yang mendengar sinyal tersebut maupun cara menyalurkannya dengan perilaku yang salah. 
Inilah alasan mengapa banyak orang yang salah memahami terkait hal yang sesungguhnya terjadi, dan memperburuk keadaan, bahkan merusak hubungan. 
Menurut halaman purewow, berikut ini terdapat beberapa ekspresi marah yang sangat umum, yang manakah Anda? 


1. Marah pasif
Marah pasif merupakan perilaku ekspresi marah yang menghindar. Dalam situasi seperti ini yang mungkin dengan cara realistis dapat menimbulkan rasa marah, Anda tetap diam atau bahkan malah menangis, dan mengkritik diri sendiri, atau juga merasa terluka. 
Ketika Anda benar-benar merasa sangat marah, maka Anda akan menyimpan hal tersebut untuk diri Anda sendiri agar dapat menghindari konflik terbuka. Sayangnya, kurangnya perilaku ekspresi di sini juga bisa berdampak buruk, Anda dapat menjadi bom waktu. 
2. Marah pasif agresif 
Marah pasif agresif adalah perilaku ekspresi marah yang disampaikan dengan cara tidak langsung. Mereka tidak selalu berusaha untuk menghindari konflik, akan tetapi mereka pun tidak menginginkan meledak ataupun kehilangan ketenangan. 
Gaya marah yang seperti ini bisa diwujudkan lewat perlakuan diam-diam yang dapat menarik perhatian orang lain, bergosip, kasih sayang, mengadu, bahkan menolak dalam hal kerja sama. Ini hampir sama seperti menyamar, akan tetapi rasa marah itu akan tetap masih ada dan dapat membuat orang yang telah merasakannya akan kesulitan mencapai resolusi. 
3. Marah agresif dan bermusuhan 
Orang yang ekspresi marahnya dengan agresif akan cenderung mengekspresikannya amarah tersebut dengan cara yang langsung, akan tetapi kuat memegang prinsip pendapat. Mereka ingin dan berusaha mengendalikan orang lain bahkan situasi sekitarnya. 
Mereka cenderung akan menggunakan teknik yang dapat memanipulasi orang lain supaya merasa bersalah atau bahkan orang lain akan mundur. Tanda-tanda dari perilaku ekspresi marah agresif yaitu penghinaan, sarkasme, keluhan, cemoohan, ancaman, dan juga pelecehan. 
4. Marah proyektif agresif
Ini merupakan gaya saat Anda memproyeksikan perasaan marah terhadap orang lain, agar dapat membuat mereka bertindak atau juga mengungkapkan kemarahannya terhadap Anda. Misalnya, pasangan Anda mungkin sedang kesal pada Anda, akan tetapi Anda menuduhnya telah membenci diri Anda, memproyeksikan sesuatu yang sebenarnya sangat menjadi ketakutan Anda.
5. Marah asertif 
Marah asertif dianggap sebagai bentuk perilaku marah yang sangat sehat. Mereka yang memiliki ekspresi marah dengan gaya yang seperti ini umumnya tegas terbuka dalam mengekspresikan perasaan dalam diri mereka, namun masih tetap menghormati orang-orang yang ada di sekitar mereka. 

Nah, bagaimana dengan Anda?