Mitos Tentang Menyusui yang Perlu Diketahui Ibu

Seudah melewati fase kehamilan dan persalinan, maka ibu akan menghadapi fase menyusui. Bagi ibu yang ingin menyusui yang eksklusif, maka menyusui merupakan momen sakral untuk dapat mempererat hubungan antara ibu dan Si Kecil. Akan tetapi, munculnya mitos-mitos terkait menyusui yang terkadang membuat ibu cemas serta khawatir. Padahal, mitos yang telah beredar ini tidak dapat dibuktikan kebenarannya. 

Oleh sebab itu, sang ibu perlu untuk dapat menyaring ataupun mencari kebenaran dari berbagai informasi terkait tentang menyusui supaya mengurangi suatu rasa kekhawatiran yang dapat ibu alami serta untuk dapat mendukung pertumbuhan Si Kecil.

Sejumlah Mitos Tentang Menyusui
Menurut UNICEF, berikut ini terdapat sejumlah mitos terkait menyusui yang perlu diluruskan, antara lain:

Ukuran Payudara Memengaruhi Produksi ASI
Ini adalah mitos menyusui yang sangat banyak beredar di masyarakat. Ukuran payudara yang lebih kecil akan dianggap memproduksi ASI menjadi lebih sedikit dibandingkan dengan wanita yang mempunyai payudara yang lebih besar. Faktanya, ukuran payudara bukan sama sekali tidak dapat memengaruhi kapasitas jumlah ASI yang akan dikeluarkan. Banyak atau sedikitnya ASI tergantung dengan seberapa baik mulut sang bayi melekat di payudara, dan frekuensi menyusui serta seberapa baik bayi menyedot ASI. 

Mencuci Puting Sebelum Menyusui
Mencuci puting susu sebelum memberikan ASI adalah hal yang tidak perlu. Ketika bayi lahir, maka mereka telah akrab dengan bau serta suara ibunya sendiri. Puting juga menghasilkan suatu zat yang berbau misalnya seperti bayi serta mengandung “bakteri baik” yang dapat membantu membangun suatu sistem kekebalan tubuh terhadap Si Kecil. 

Makanan Memengaruhi Rasa ASI
Katanya, aneka makanan yang ibu konsumsi bisa memengaruhi produksi ASI. Misalnya saja ibu yang telah mengkonsumsi makanan yang pedas maka untuk ASI yang dihasilkan juga akan mempunyai rasa pedas. Padahal, apapun yang ibu konsumsi tidak akan memengaruhi cita rasa ASI. Selain itu, Si Kecil juga telah terbiasa dengan berbagai preferensi makanan ibu sejak di dalam kandungan. 


Ibu Tidak Boleh Memberi ASI Saat Sakit
Tergantung dengan jenis penyakitnya, umumnya ibu dapat terus menyusui saat jatuh sakit. Akan tetapi, ibu perlu memastikan agar memperoleh perawatan yang tepat, dan cukup beristirahat serta makan maupun minum dengan baik. Pada banyak kasus, untuk antibodi yang dibuat oleh tubuh dapat mengobati berbagai penyakit yang ibu idap ataupun bayi akan membangun antibodinya sendiri.

Menyusui Bikin Payudara Kendur
Mitos yang satu ini pun kerap menjadi penyebab utama wanita tidak ingin menyusui. Kulit serta jaringan payudara memang akan otomatis merenggang ketika ibu menyusui. Akan tetapi, hal ini tidak dapat membuat payudara menjadi kendur. Payudara kendur umumnya berkaitan dengan faktor genetik, faktor usia, kebiasaan merokok, ukuran indeks massa tubuh, riwayat kehamilan serta ukuran payudara sebelum hamil.

Si Kecil Sulit Disapih Apabila Menyusu Terlalu Lama
Menyapih bayi tak ada kaitannya dengan durasi menyusui. Ibu bisa menyapih Si Kecil kapan pun sesudah pemberian ASI eksklusif ibu selesai ataupun saat Si Kecil telah menunjukan tanda-tanda kesiapan, misalnya seperti bisa duduk dengan kondisi kepala tegak dengan durasi waktu lama, membuka mulut serta tertarik saat melihat orang makan, serta berat badannya juga mencapai 2x lipat berat lahir, dan mempunyai koordinasi mata, mulut maupun tangan yang baik.

Banyak Minum Susu Akan Membantu Menghasilkan Banyak ASI
Perlu diketahui bahwa produksi ASI lebih akan sangat dipengaruhi oleh kondisi tingkat frekuensi menyusui. Jadi, telah jelas jika minum susu tidak akan memengaruhi jumlah produksi ASI.  Semakin Si Kecil sering menyusu, maka akan semakin banyak ASI yang dihasilkan oleh ibu.