Inilah Penyebab Ibu Hamil Lebih Mudah Menangis Dan Dampak Terhadap Janin

Bukan hanya dapat mengalami perubahan fisik saja, untuk ibu hamil pun rentan terhadap perubahan emosi. Perubahan suasana hati yang dinilai karena adanya jumlah hormon yang berubah secara fluktuatif. Hormon yang naik turun dapat menyebabkan perubahan terhadap bahan kimia dalam otak yang dapat mengatur suasana hati. Akibatnya, ibu hamil mungkin akan lebih sensitif serta lebih mudah menangis selama masa kehamilan.
Menurut WebMD, untuk perubahan suasana hati maupun menangis merupakan hal normal dari masa kehamilan, terutama saat masa trimester pertama ketika hormon sedang mengalami naik-naiknya. Selain hormon, apakah ada penyebab lainnya pada ibu hamil? Simak penjelasan di halaman ini.

Kenapa Ibu Hamil Lebih Mudah Menangis?
Walaupun emosi merupakan hal yang lumrah selama masa kehamilan, Anda perlu mengetahui serta memahami terkait alasan mengapa untuk ibu hamil dapat lebih sensitif serta lebih mudah menangis. Menurut Healthline, di bawah ini penyebab dari bumil lebih mudah menangis pada masa trimester kehamilan, yaitu: 
Trimester Pertama
Setiap wanita hamil akan mengalami perubahan emosional yang pastinya berbeda-beda. Ada yang sangat mudah menangis di sepanjang kehamilan serta ada juga yang menangis ketika trimester pertama saja. Perasaan yang sensitif selama masa trimester pertama umumnya dapat disebabkan oleh perubahan dari sekresi hormon. Kadar estrogen maupun progesteron yang terjadi lebih tinggi akan bertanggung jawab terhadap perubahan suasana hati ibu hamil, sehingga ibu hamil akan cenderung lebih mudah marah serta lebih mudah merasa sedih.

Trimester Kedua dan Ketiga
Pergeseran hormon berlanjut ke masa trimester kedua dan ketiga. Oleh sebab itu, untuk bumil akan lebih mudah menangis selama masa waktu ini juga. Perubahan tubuh yang dapat berlangsung akan cepat meningkatkan tingkat rasa kecemasan. Akibatnya, untuk beberapa bumil mungkin akan merasa lebih gelisah di masa trimester kedua.
Tingkat kecemasan ini mungkin dapat berlanjut hingga masa trimester ketiga mengingat untuk masa kelahiran yang semakin dekat. Mungkin akan banyak hal yang ibu hamil pikirkan, misalnya seperti kondisi kesehatan sang bayi, rasa sakit yang dialami selama masa proses kelahiran hingga masalah finansial. 


Apakah Menangis Memengaruhi Janin?
Menangis yang sesekali terjadi tidak akan membahayakan sang bayi yang belum lahir. AKan tetapi, apabila  tangisan yang disebabkan akibat depresi berat selama masa kehamilan akan berdampak negatif terhadap kehamilan ibu. Masalah kesehatan mental, misalnya seperti kecemasan maupun depresi selama masa kehamilan meningkatkan peluang kelahiran yang prematur serta berat badan lahir rendah. 
Ibu yang sedang mengalami depresi akan berisiko tidak dapat merawat dirinya sendiri dengan cara yang baik selama kehamilan. Saat bumil tidak makan dengan cara teratur, dan kurang memperoleh asupan nutrisi, ataupun tidak memeriksakan kesehatan diri, serta tidak berolahraga akan dapat memengaruhi kondisi sang bayi yang belum lahir.
Depresi selama masa kehamilan juga dapat meningkatkan tingkat risiko depresi saat pasca persalinan yang akan memengaruhi cara ibu untuk menjalin ikatan dengan sang bayi. Depresi pasca persalinan ataupun baby blues yaitu hal yang biasa serta bukanlah suatu hal yang harus ditutup-tutupi. Meski demikian, penting untuk segera memberbicarakan hal ini dengan dokter untuk dapat membantu sang ibu dalam mengatasi kondisi tersebut.