Inilah Gejala-Gejala Dehidrasi Yang Terjadi Pada Ibu Hamil. Para Wanita Harus Mengetahuinya...!

Kita selalu disarankan agar selalu mencukupi terhadap kebutuhan cairan tubuh diri sendiri dengan baik. Jangan sampai dehidrasi ataupun kekurangan cairan. Ketika kehamilan, tubuh dapat menjadi lebih rentan untuk mengalami dehidrasi.
Menurut momjunction.com, untuk ibu hamil sangat rentan mengalami masalah dehidrasi, hal ini karena morning sickness, perubahan hormone, diare, demam, serta olahraga yang dapat membuat tubuh ibu hamil lebih mudah berkeringat. Ketika tubuh kita sedang mengalami dehidrasi, maka kita akan mengalami beberapa gejalanya.

Pada ibu hamil, terdapat beberapa gejala dehidrasi yang meliputi seperti hal ini.
1. Rasa haus. 
Jangan mengabaikan kondisi tubuh ketika sedang merasa haus. Segeralah minum air putih, dan setidaknya Anda minum satu gelas berisi air putih setiap satu jam.

2. Kepala pusing. 
Biasanya ketika berdiri, berlutut, ataupun sedang membungkuk tiba-tiba maka akan terasa pusing. Hal ini karena tekanan darah yang sedang menurun secara mendadak akibat dehidrasi.
3. Sakit kepala sebelah atau migrain. 
Migrain juga dapat menjadi salah satu penyebab gejala dehidrasi.

4. Urin berwarna kuning yang pekat. 
Saat buang air kecil kemudian menemukan warna urin yang kuning pekat bahkan berbau menyengat, maka hal ini dapat menjadi gejala dehidrasi. Urin yang memiliki warna lebih jernih serta terang merupakan tanda tubuh telah memperoleh cukup cairan.

5. Mulut maupun hidung terasa kering. 
Kulit yang terasa kering serta tidak elastis juga dapat menjadi gejala dehidrasi.
6. Lidah bengkak serta bibir pecah-pecah.

7. Muntah dan mual yang berkaitan dengan sakit perut ataupun kram perut.

8. Tubuh terasa lemah.

9. Daya konsentrasi menurun.

10. Sembelit. 
Sulit buang air besar pun dapat menjadi gejala dehidrasi.
11. Wasir.

12. Infeksi saluran kencing.


Apabila dehidrasi yang disebabkan karena morning sickness serta dapat menyebabkan mual, maka kondisinya dapat cukup problematis. Ketika mual, maka kita akan merasa malas untuk minum air namun dampaknya malah akan membuat diri kita semakin mual. Apabila kondisi ini semakin buruk, maka ibu hamil harus dibawa ke rumah sakit serta diinfus supaya cairan tubuh dapat terpenuhi.
Pada kehamilan di usia trimester kedua maupun ketiga, untuk dehidrasi dapat meningkatkan risiko terhadap kelahiran prematur. Untuk itu, ibu hamil berusaha agar dapat memenuhi kebutuhan cairan tubuh yang sangatlah penting terhadap ibu hamil. Hindarilah minuman yang mengandung kafein dan beralkohol. Lebih disarankan lagi untuk minum air putih, atau jus buah, ataupun sup hangat untuk dapat menjaga tubuh ibu hamil tetap terhidrasi dengan baik.