Benarkah Produksi ASI Dapat Berkurang Saat Sedang Berpuasa?

Sebenarnya ibu menyusui bolehkah melakukan ibadah puasa Ramadhan apabila kondisi tubuh ibu menyusui memang tidak memungkinkan. Puasa saat menyusui boleh dilakukan apabila memang tidak memberatkan.
Apabila ibu menyusui telah memutuskan untuk melakukan ibadah puasa, maka mungkin terdapat beberapa hal yang akan dikhawatirkan, diantaranya yaitu produksi ASI. Apakah produksi ASI dapat berkurang selama puasa?
Untungnya, tidak. Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Amerika Serikat oleh peneliti bernama Neville et. Al. di tahun 1993, oleh Neville & Oliva-Rasbach di tahun 1987, oleh Tigas et. Al. di tahun 2002 yang dilakukan ke ibu yang berpuasa telah menunjukkan kalau tidak ada penurunan dari produksi ASI yang sangat signifikan sesudah berpuasa selama jangka waktu sementara.


Produksi ASI tidak akan berkurang meskipun sedang berpuasa
Tubuh ibu yang menyusui secara alami mampu adaptasi ataupun penyesuaian terhadap metabolisme selama masa puasa untuk dapat memastikan bahwa untuk produksi ASI tidak akan berpengaruh.
Meskipun memang puasa dengan jangka waktu yang sementara tidak akan mampu mengurangi produksi ASI, namun kondisi tubuh yang dehidrasi ekstrem pastinya akan dapat mengurangi produksi ASI. Jadi, bagi ibu menyusui harus dapat memastikan bahwa untuk makanan yang akan dikonsumsi mengandung kaya gizi serta dapat membiasakan diri untuk lebih banyak minum air. Karena bagaimana pun juga kondisi selama puasa, untuk tubuh akan sangat mudah dehidrasi, belum lagi kadar air yang dipakai untuk produksi asi.
Ibu dapat membiasakan diri dengan cara meminum segelas air setiap durasi 30 menit selama kondisi waktu berbuka puasa sampai sahur. Air yang telah dikonsumsi pun dapat divariasikan, dapat dengan mengkonsumsi jus buah, atau air kelapa muda, susu, wedang jahe, infused water, dll.