Aneka Gorengan Untuk Cemilan Buka Puasa? Ini Tips Jaga Kadar Kolesterol Anda

Ada berbagai jenis makanan tertentu yang sering dijadikan menu untuk berbuka puasa, diantaranya adalah gorengan. Setelah seharian menahan rasa lapar maupun haus, hampir tidak mampu yang bisa menolak diri dari godaan rasa gurihnya gorengan bakwan, tahu, ataupun tempe goreng. Namun harus berhati-hati dengan kebiasaan memakan gorengan yang berisiko dapat memicu gangguan kesehatan, misalnya seperti kadar kolesterol yang tinggi. 
Kolesterol tinggi merupakan suatu kondisi yang tak boleh disepelekan Anda sama sekali. Karena tingginya tingkat kadar kolesterol di dalam darah dapat meningkatkan risiko untuk munculnya penyakit komplikasi serius, misalnya seperti penyakit jantung ataupun stroke. Akan tetapi Anda jangan khawatir, karena terdapat beberapa tips yang dapat dicoba untuk dapat menghindari kolesterol tinggi meskipun Anda sering makan gorengan. Bagaimana caranya? 
Menurunkan Risiko Konsumsi Gorengan
Kebiasaan mengonsumsi gorengan, dan termasuk ketika berbuka puasa dapat berisiko meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah. Apabila dibiarkan secara terus-menerus, maka komplikasi dapat berupa penyakit stroke, hingga serangan jantung. Kabar buruknya lagi, kondisi ini sering tanpa disadari karena sangat jarang menimbulkan gejala. 
Gorengan ataupun makanan yang digoreng akan cenderung mempunyai banyak kandungan lemak, kandungan kalori, maupun garam. Hal itulah yang disebut dapat meningkatkan risiko adanya gangguan kesehatan. Proses menggoreng makanan dapat mengubah kadar kualitas nutrisi, apalagi kalau minyak yang dipakai untuk menggoreng telah dipakai berulang kali sehingga memiliki kandungan lemak trans.
Kebiasaan mengonsumsi gorengan dengan jumlah besar dapat menimbulkan peningkatan kadar kolesterol yang akan berujung dengan pembentukan plak di pembuluh darah. Plak tersebut dapat menghambat aliran pada pembuluh darah serta berpotensi terhadap pemicu penyakit stroke, penyakit aterosklerosis, bahkan serangan jantung secara mendadak. Akan tetapi Anda jangan khawatir, terdapat beberapa tips yang bisa diterapkan untuk dapat mengurangi risiko dari mengkonsumsi makanan yang telah digoreng. 
Salah satu cara yang dapat dicoba untuk dapat mengurangi risiko buruk dari makan gorengan yaitu dengan cara memasak sendiri di rumah serta memilih minyak goreng yang terbaik. Umumnya, proses untuk menggoreng makanan dilakukan dengan menggunakan minyak trans ataupun minyak yang telah mengalami hidrogenasi. Cobalah ganti minyak goreng dengan menggunakan jenis minyak yang lebih sehat, misalnya seperti minyak jagung, minyak wijen, biji bunga matahari, ataupun minyak zaitun. 


Supaya lebih sehat, maka hindarilah menggunakan minyak goreng yang dipakai berulang. Maka dari itu, gunakanlah minyak goreng seperlunya saja supaya tidak merasa sayang serta tidak dapat dipakai kembali. Perhatikan juga suhu ketika menggoreng. Hal ini sangat penting untuk dapat menghindari minyak yang terlalu banyak terserap oleh makanan yang digoreng. Suhu terbaik ketika menggoreng yaitu sekitar 176 hingga 1900 derajat Celsius. 
Apabila suhu menggoreng yang terlalu rendah ataupun di bawah suhu yang disarankan, maka minyak bisa meresap dalam makanan. Sebaliknya, apabila suhu yang terlalu tinggi, makanan dapat menjadi terlalu kering serta minyak pun dapat teroksidasi. Anda juga dapat menggunakan tisu kertas ataupun tisu dapur untuk dapat mengurangi minyak di makanan sebelum dikonsumsi. 
Supaya tidak perlu terlalu lama untuk menggoreng, maka Anda pun dapat mencoba memanggang makanan lain terlebih dahulu. Dengan begitu, maka makanan yang sedikit matang sehingga tak perlu lagi terlalu lama untuk berada di dalam minyak. Ingat, supaya lebih sehat, maka pastikanlah untuk memasak sendiri makanan gorengan di rumah. Kebiasaan membeli makanan gorengan di luar rumah pun dapat meningkatkan risiko penyakit, hal ini karena tidak ada jaminan dari jenis minyak apa yang dipakai dan umumnya minyak goreng telah dipakai berulang. Selain itu juga sebaiknya Anda tidak berlebihan dalam mengkonsumsi makanan yang digoreng.