Fakta Tentang Virus Corona Terkait Durasi Bertahan Hidup Di Berbagai Media

Virus corona merupakan jenis baru yang dapat menyebabkan penyakit yang dikenal dengan Covid-19 dan masih terus menjadi banyak kekhawatiran di dunia, juga termasuk di Negara Indonesia. Sejumlah studi dan penelitian terbaru juga telah menunjukkan tentang beberapa fakta mengenai virus yang jenis baru dan telah diberi nama dengan SARS-CoV2 ini. 
Seperti virus yang dapat menyerang pernapasan tubuh lainnya termasuk juga flu, Virus Covid-19 mampu tersebar lewat tetesan kecil yang telah dikeluarkan melalui hidung ataupun mulut orang yang sedang terinfeksi saat batuk ataupun bersin.  


Satu kali batuk mampu menghasilkan hingga mencapai 3.000 tetesan. Partikel seperti ini dapat menempel terhadap orang lain, lewati baju, ataupun permukaan lainnya yang ada pada sekelilingnya.  Memegang permukaan ataupun objek yang telah terkontaminasi oleh virus serta memegang wajah yang diduga bukanlah cara yang utama dalam penyebaran virus.  Akan tetapi mencuci tangan serta membersihkan permukaan pada benda yang sangat sering disentuh oleh orang-orang setiap harinya merupakan kunci dalam pencegahan penyebaran virus corona.
Beberapa studi terhadap virus corona lainnya, yang juga termasuk SARS maupun MERS, telah menunjukkan bahwa virus yang dapat bertahan di suatu permukaan besi, kaca, ataupun plastik mampu bertahan selama 9 hari, yang kecuali apabila telah didisinfektasi.  Adapun yang beberapa juga mampu bertahan hingga mencapai 28 hari dengan kondisi suhu yang rendah.  Sementara, studi juga menjelaskan untuk durasi bertahan virus corona dengan jenis yang baru penyebab penyakit Covid-19 sudah dilakukan oleh para ahli virus.
Studi telah menunjukkan bahwa untuk virus corona denga jenis baru ini mampu bertahan di berbagai jenis media dengan kondisi durasi antara lain sebagai berikut:

1. Udara
Hasil penelitian yang telah dipublikasikan menunjukkan bahwa virus mampu bertahan pada tetesan hingga mencapai 3 jam sesudah dikeluarkan lewat batuk ataupun bersin ke udara.  Tetesan seperti ini berukuran kecil, sekitar 1 sampai 5 mikrometer ataupun 30x lebih kecil dibandingkan dengan lebar rambut manusia. Virus ini mampu menjadi airborne dengan durasi beberapa jam di udara. Yang artinya adalah virus yang dapat bersirkulasi pada sistem pendingin udara tanpa adanya penyaring dan hanya akan mampu bertahan paling lama dengan beberapa jam, khususnya saat tetesan aerosol yang lebih cenderung mengendap di permukaan yang lebih cepat pada kondisi udara yang telah diatur. 
2. Kardus ataupun kertas karton 
menurut hasil penelitian menemukan bahwa untuk virus SARS-CoV2 mampu bertahan dengan durasi yang lebih lama di permukaan kardus ataupun kertas karton, yaitu mampu mencapai 24 jam.  Pada jenis permukaan seperti ini, virus dapat diketahui menempel dengan yang lebih stabil. 
3. Plastik dan stainless steel
Sementara, pada media plastik maupun stainless steel, untuk durasi lama waktu mampu bertahannya dari virus akan jauh lebih lama, yaitu sekitar 2 sampai 3 hari.  Menurut hasil penelitian, yang diduga virus mampu bertahan selama durasi itu di gangang pintu, atau permukaan yang telah dilapisi plastik ataupun dilaminasi, serta permukaan keras lainnya.  
4. Tembaga
Berbeda halnya dengan tembaga. Menurut hasil penelitian yang menunjukkan bahwa virus mampu bertahan pada permukaan tembaga dengan durasi sekitar 4 jam. 

5. Pakaian dan permukaan lain
Sementara pada permukaan lainnya, misalnya seperti pakaian, yang telah diketahui bersama bahwa disinfektasi akan lebih sulit dilakukan. Karena belum dapat diketahui berapa lama kondisi virus mampu bertahan.  
Cara untuk membunuh virus
Kemampuan virus untuk dapat menempel terhadap berbagai permukaan suatu benda pada dasarnya menjadi suatu alasan pentingnya kita untuk dapat menjaga kebersihan tangan serta permukaan benda-benda yang telah disentuh sehari-hari. Terdapat potensi bahwa suatu virus dapat ditularkan lewat berbagai jenis media tersebut. Selain lama durasi bertahan, penelitian juga telah menunjukkan bahwa untuk virus corona baru ini mampu dimatikan dalam kurun waktu satu menit dengan cara mendesinfeksi pada permukaan menggunakan cairan alkohol kadar 62 persen sampai 71 persen ataupun pemutih hidrogen peroksida kadar 0,5 persen. Selain itu juga dapat menggunakan pemutih yang memiliki kandungan 0,1 persen natrium hipoklorit. Suhu yang lebih tinggi serta kelembaban juga akan cenderung mematikan virus yang lebih cepat.