Cara Memperoleh Anak Laki-Laki Dengan Makan Daging? Benarkah?

Pasangan yang sudah menikah pastinya sangat mengharapkan kelahiran sang buah hati dari hasil pernikahannya. Apabila suatu saat nantinya anak yang akan lahir memiliki jenis kelamin laki-laki ataupun kelamin perempuan, keduanya merupakan karunia terindah dari Tuhan Yang Maha Esa.
Ketika berharap mendengar kabar baik pada kehamilan istri apalagi untuk kondisi kehamilan untuk anak pertama, maka sebagian besar untuk pasangan akan sangat berharap memperoleh anak yang berjenis kelamin laki-laki. Sejauh ini, jenis kelamin anak laki-laki masih sangat dianggap sebagai karunia dari Tuhan yang sangat mengesankan. Jikapun jenis kelamin anak pertama yang akan lahir adalah jenis kelamin anak perempuan, maka di kehamilan berikutnya pada kedua pasangan suami istri sangat berharap memperoleh kehamilan jenis kelamin anak laki-laki supaya anak dikeluarganya dianggap "lengkap karena sudah sepasang".


Untuk memperoleh kehamilan jenis kelamin anak laki-laki, maka seseorang harus dapat untuk memperbanyak konsumsi makanan daging. Namun, benarkah konsumsi makanan daging dapat menjamin seseorang mempunyai peluang yang lebih besar untuk dapat hamil jenis kelamin anak laki-laki?
Perlu diketahui bahwa untuk jenis kelamin anak sangat ditentukan oleh produk sperma pria. Di dalam sperma terdapat dua jenis kromosom, yaitu kromosom X dan kromosom Y. Kromosom X akan dapat menghasilkan jenis kelamin anak perempuan sedangkan Y akan menghasilkan jenis kelamin anak laki-laki. Apabila dalam proses pada pembuahan yang berhasil untuk membuahi sel telur yaitu kromosom Y, maka jenis kelamin anak yang lahir nantinya akan berjenis kelamin laki-laki.
Menurut pakar biologi, makan daging dapat membuat hamil anak laki-laki dapat dikatakan mitos namun dapat juga dibilang tidak. Pria perlu untuk mengonsumsi daging yang cukup supaya produksi kromosom Y yang ada di sperma akan lebih banyak dan memiliki peluang kehamilan untuk anak jenis kelamin laki-laki lebih besar. Makanan bukanlah suatu penentu utama dalam pembentukan kromosom di dalam sperma ini. Faktor genetik juga mempunyai peran yang lebih besar."
Apabila ingin hamil anak yang berjenis kelamin tertentu pada anak, hal ini tergantung pada kondisi sperma pria. Perempuan hanyalah sebagai wadahnya saja. Meski demikian, pasangan suami istri juga harus menerapkan kebiasaan pola hidup yang sehat setiap harinya agar dapat memperoleh kehamilan berjenis kelamin yang sangat diharapkan. Pastikan juga untuk bisa mengonsultasikan hal seperti ini terhadap dokter ataupun bidan ahlinya.