Waspadai Perilaku Membentak Ataupun Memukul Anak. Inilah Alasannya...!

Penting untuk setiap orangtua untuk dapat mendidik anak dengan tingkat yang sabar, serta merawatnya dengan rasa penuh kasih sayang maupun kelembutan. Pada dasarnya anak sangat membutuhkan perlakuan yang sangat ramah disertai dengan penuh kasih sayang dari orangtua dan orang-orang dewasa yang ada di sekitarnya.
Anak yang telah tumbuh serta berkembang dengan penuh cinta kasih akan dapat terbentuk menjadi sosok yang penuh dengan rasa percaya diri, jiwa yang tangguh serta bahagia. Ini berbeda halnya dengan anak-anak yang terlalu sering dimarahi, atau dibentak bahkan sering dipukul oleh orangtuanya. Kebiasaan membentak serta memukul anak akan dapat membuat perkembangan pada psikis anak yang cukup terganggu.
Penelitian yang pernah dilakukan oleh Universitas Manotoba telah menyebutkan bahwa kondisi anak-anak yang tumbuh serta hidup bersama dengan keluarga yang kasar, atau orangtua yang suka main tangan serta lebih cepat marah pada umumnya sangat rentan untuk berperilaku negatif. Anak-anak seperti ini bahkan sangat besar kemungkinan yang terdorong untuk mencoba mengosumsi jenis obat-obatan telarang, atau merokok atau juga menerapkan pola hidup tidak sehat.



Pengalaman Buruk Anak Akan Berpengaruh Terhadap Psikisnya
Dr Andrew Grogan-Kaylor serta Dr Shawna Lee telah mengungkapkan apabila pengalaman buruk yang dialami oleh anak di masa kecilnya akan berpengaruh besar terhadap kondisi kehidupannya ketika sudah dewasa. Seseorang yang terlalu sering memperoleh pukulan ataupun hukuman yang berat dari orangtuanya karena kesalahan-kesalahan yang telah dilakukannya di masa kecil akan dapat menurunkan kondisi rasa percaya dirinya. Anak yang terlalu sering dimarahi ataupun memperoleh hukuman dari orangtuanya juga sangat mungkin untuk menyimpan dendam di dalam hatinya sampai ia dewasa nanti.
Studi yang pernah dilakukan oleh para ahli dari University of Texas telah menemukan apabila semakin sering anak memperoleh perlakuan yang buruk dari orangtua, maka psikisnya akan menjadi semakin terganggu. Semakin sering anak memperoleh hukuman dari orangtuanya juga akan membuat anak tersebut rentan menjadi stres, atau depresi dan berperilaku agresif. Anak seperti ini juga akan dapat tumbuh dengan tipe karakter yang sangat mudah emosi, dan menurunnya kemampuan kognitif serta anti sosial.
Supaya anak dapat menjadi pribadi seorang yang penuh percaya diri, dan bahagia selalu serta mengesankan, maka orangtua harus memperlakukan anak dengan cara yang sebaik mungkin. Hindari memarahi anak, apalagi memukul anak ketika anak sedang berbuat salah. Saat anak sedang melakukan kesalahan, maka orangtua cukup dengan menasehatinya. Meski demikian, bukan berarti anak harus dimanja juga. Anak juga harus tetap diajari untuk menjadi pribadi yang mandiri serta bertanggungjawab penuh terhadap kehidupannya.