Cara Komunikasikan Terkait Keuangan Rumah Tangga Dengan Suami, Berikut Tipsnya!

Masalah uang dapat menjadi pemicu konflik yang cukup serius di rumah tangga. Jika tidak dapat dikomunikasikan dengan baik, maka masalah keuangan ini dapat menjadi pemicu masalah lain yang lebih serius. Tapi bagaimana cara untuk mengomunikasikan terkait keuangan dengan suami sendiri?
Prita Hapsari Ghozie di dalam bukunya, berjudul Make It Happen telah mengungkapkan bahwa untuk kunci awal pada kesuksesan finansial di dalam berumah tangga yang dimulai dari para tokohnya, yaitu istri maupun suami. Menyatukan perbedaan untuk prioritas serta pengelolaan uang bukanlah suatu hal yang otomatis dapat terjadi ketika kita sedang jatuh cinta. Financial intimacy ataupun kedekatan finansial harus diciptakan oleh istri dan suami.
Pria umumnya mempunyai kecenderungan untuk siap mengambil suatu risiko yang lebih besar serta sering kali lalai untuk mempersiapkan dana ketika kondisi butuh darurat. Pria umumnya memakai uang sebagai ukuran dari keberhasilan serta kepercayaan dirinya akan turun apabila telah menghadapi masalah keuangan. Sementara itu, berbeda dengan perempuan yang cenderung akan memandang uang sebagai suatu masalah keamanan. Sehingga perempan akan cenderung lebih konservatif serta banyak menyimpan uang untuk dalam keadaan darurat.
Kemudian bagaimana cara untuk dapat mengkomunikasikan dengan suami tentang uang? Berikut ini terdapat tips menurut Prita Hapsari Ghozie, mari kita simak.

1. Luangkan waktu
Luangkan waktu sedikitnya satu kali dalam sebulan untuk dapat duduk bersama agar membicarakan tentang keuangan rumah tangga. Dapat siapkan laporan keuangan serta melihat dan memeriksa posisi jumlah aset dan utang rumah tangga. Waktu yang harus diluangkan secara khusus untuk dapat membicarakan masalah keuangan agar lebih tenang.


2. Simpan pendapat hanya untuk masalah besar
Di sini kita dapat alokasikan jumlah tertentu untuk pos pengeluaran belanja pribadi diri masing-masing. Sehingga kita maupun suami tetap memiliki kebebasan di dalam menentukan berbagai pilihan pengeluaran dengan jumlah tetap dalam batasan yang telah disepakati bersama. Misalnya saja kita maupun suami kita masing-masing memiliki jatah belanja sebesar 500 ribu untuk setiap bulannya yang dapat dibelanjakan sesuai dengan keinginan pribadi maupun kebutuhan.
3. Libatkan anggota keluarga
Apakah ada rencana liburan? Cobalah untuk dapat dibicarakan dengan anak-anak mereka yang ingin berliburan ke daerah mana. Sehingga dapat memudahkan kita untuk dapat mempersiapkan biaya serta dapat dipersiapkan dengan langkah yang lebih matang.

4. Menjadi pendengar aktif
Penting untuk menjadi pendengar yang baik serta aktif dalam membicarkan terkait masalah keuangan. Berhati-hatilah agar tidak mengkritik, melawan, ataupun memberikan tanggapan yang mampu menahan lawan bicara untuk dapat mengekspresikan pendapatnya. Menata serta merencanakan keuangan yang membutuhkan suatu kesepakatan bersama dengan cara berkomunikasi yang efektif maupun nyaman.
Jangan lupa, agar suasana lebih hangat dan nyaman. Cobalah untuk memberikan pelayanan terbaik pada suami, misalnya seperti menyediakan teh hangat, dan cemilan.

Apakah Anda telah mengkomunikasikan terkait masalah  keuangan bersama suami Anda yang lebih terarah? Semoga tips di atas dapat membantu Anda dan memberikan manfaat untuk kita semua,