Kategori Tegangan Instalasi Listrik

Sebagian dari kita, mungkin banyak yang belum mengetahui pembagian tegangan yang ada di lingkungan sekitar kita. Di sini kita akan membahas mengenai pembagian tegangan-tegangan tersebut. Perlu diketahui bersama bahwa tegangan yang ada di lingkungan sekitar itu berbeda-beda. Seperti halnya tegangan di rumah kita, tiang-tiang PLN yang dipinggir jalan. Semuanya itu memiliki tingkat tegangan yang berbeda.

Dengan mengetahui perbedaan-perbedaan dari pembagian tegangan yang ada, kita dapat berhati-hati dan mewaspadai kondisi tegangan yang ada. Perlu diketahui bersama bahwa manusia normal dapat menahan tegangan hingga 50 Volt, sedangkan lewat dari itu akan terasa adanya kejutan listrik. Mungkin ada yang pernah mencoba secara langsung efek dari kejutan listrik di rumah? Ataukah tidak sengaja? Jika 4 buah baterai aki mobil dengan nominal tegangan sebesar 12Volt pada masing-masing aki dengan dirangkaikan secara seri, maka akan terasa sedikit kejutan listrik namun tidak begitu mengagetkan karena masih sebesar 48 Volt.
Adapun pembagian dari tegangan tersebut, antara lain:
- Tegangan Rendah
Tegangan rendah merupakan tegangan sistem instalasi penyaluran listrik dari tegangan 100 Volt hingga 1000 Volt

- Tegangan Menengah
Tegangan rendah merupakan tegangan sistem instalasi penyaluran listrik dari tegangan 1000 Volt hingga 35000 Volt

- Tegangan Tinggi
Tegangan rendah merupakan tegangan sistem instalasi penyaluran listrik dari tegangan 35000 Volt hingga 245000 Volt
- Tegangan Ekstra Tinggi
Tegangan rendah merupakan tegangan sistem instalasi penyaluran listrik di atas atau lebih dari 245000 Volt


Tegangan tertinggi untuk perlengkapan
(kV)
Tegangan sistem nominal
(kV)
3,6
3
7,2
6
12
10
24
20
Tabel: Sistem arus bolak balik yang bertegangan nominal antara 1 kV hingga dengan 20 kV serta perlengkapan yang terpasang

Catatan:
Untuk tegangan sistem nominal 3,6 kV dan 10kV tidak dipakai pada sistem distribusi umum.
Sistem di atas pada umumnya merupakan sistem tiga phasa dengan 3 kawat, sedangkan nilai-nilai tegangan yang tercantum pada tabel di atas merupakan tegangan antar phasa (phasa ke phasa)