Transformator Tegangan Jenis Kapasitif

Seperti yang telah kita bahas sebelumnya mengenai transformator tegangan, di postingan sebelumnya. Untuk transformator tegangan dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu Transformator Tegangan atau VT dan Transformator Tegangan Kapasitif atau CVT.
Gambar: Konstruksi Trafo Tegangan atau Transformator Tegangan Jenis Kapasitif

Secara umum, untuk bagian dari transformator tegangan dengan jenis kapasitif dapat dijelaskan sebagai berikut:
#1. Dielectric Pada Trafo Tegangan
Bagian dielectric merupakan suatu komponen yang terdapat pada transformator tegangan yang terdiri atas 2 (dua) bagian, yaitu:

- Minyak Isolasi
Minyak isolasi pada transformator tegangan jenis kapasitif memiliki fungsi untuk dapat mengisolasikan bagian-bagian yang memiliki tegangan dan untuk media dielectric agar dapat memperoleh nilai suatu kapasitansi dari 2 (dua) buah kapasitor ataupun lebih sebagai pembagi tegangan yang terangkai secara seri.
- Kertas Plastik Film ataupun Paper Polypropylane Film
Kertas plastik film merupakan komponen yang terdapat pada transformator tegangan yang memiliki fungsi sebagai media dielectric agar memperoleh nilai suatu kapasitansi dari 2 (dua) buah kapasitor atau lebih sebagai untuk pembagi tegangan yang terhubung secara seri bersama-sama minyak isolasi.

#2. Pembagi Tegangan atau Capasitive Voltage Devider Pada Trafo Tegangan
C1, C2 atau dikenal dengan Capasitor Elemen merupakan kapasitor pembagi tegangan atau disebut dengan Capasitive Voltage Divider yang memiliki fungsi sebagai pembagi tegangan tinggi untuk ditransformasikan atau diubah oleh transformator tegangan menjadi tegangan untuk kebutuhan pengukuran yang lebih rendah. Kapasitansi C2 lebih besar dari C1 dan terhubungkan secara seri.

Misalnya contoh untuk sebuah CVT 150/√3 kV / 100/√3 V, untuk nilai kapasitansi masukan atau input capacity sebesar 8300 pF yang terdapat 2 (dua) buah capasitor C1 = 8994 pF, C2 = 149132 pF (perhatikan gambar di atas pada nomor 2)

#3. Ferroresonance Supression ataupun Damping Circuit Pada Trafo Tegangan
Ferroresonance supression atau damping circuit merupakan suatu induktor penyesuai tegangan atau medium voltage choke yang memiliki fungsi untuk dapat mengatur atau menyesuaikan agar tidak terjadi pergeseran phasa antara tegangan masukan atau vi, dengan tegangan keluaran atau vo pada frekuensi dasar. Untuk merk tertentu, maka komponen ferroresonance supression atau damping circuit ditandai dengan simbol L0 (perhatikan gambar di atas pada nomor 3).

#4. Transformator Tegangan atau Intermediate Voltage Transformer (IVT) Pada Trafo Tegangan
Intermediate Voltage Transformer merupakan komponen bagian trafo tegangan yang memiliki fungsi untuk mentransformasikan atau mengubah besaran tegangan listrik dari sistem tegangan menengah yang keluar dari kapasitor pembagi menjadi tegangan rendah yang akan dipakai pada rangkaian proteksi serta pengukuran (perhatikan gambar di atas pada nomor 4).

#5. Expansion Chamber Pada Trafo Tegangan
Expansion Chamber yaitu suatu peralatan yang dipakai untuk menkonversikan nilai level ketinggian minyak karena perubahan volume sebagai pengaruh temperatur. Jenis yang sering dipakai yaitu metallic atau rubber bellow serta gas cushion (perhatikan gambar di atas pada nomor 5).

#6. Terminal Primer Pada Trafo Tegangan
HVT atau High Voltage Terminal yaitu terminal tegangan tinggi merupakan bagian yang dihubungkan dengan sistem tegangan transmisi pada tegangan bus ataupun tegangan penghantar terminal sistem tegangan tinggi atau sisi primer (perhatikan gambar di atas pada nomor 1).

#7. Terminal Sekunder Pada Trafo Tegangan
Terminal sekunder pada transformator tegangan yaitu terminal yang terhubung pada bagian sisi tegangan rendah, yang berfungsi untuk keperluan alat ukur maupun proteksi. Untuk merk tertentu, terminal ini ditandai dengan simbol 1a dan 2a (perhatikan gambar di atas pada nomor 7). Pada box terminal sisi sekunder terdapat pula komponen lainnya yang terdiri dari:
- PG atau protective gap yaitu gap pengaman

- H.F atau high frekuensi yaitu terminal frekuensi tinggi yang berkisar hingga puluhan kilo hertz, yang merupakan sebagai pelengkap di salah satu kawat konduktor penghantar dalam memberikan sinyal komunikasi lewat PLC.
- L3 merupakan reaktor pentanahan yang memiliki fungsi untuk meneruskan suatu frekuensi 50Hz
- SA atau Surge Arrester ataupun dikenal dengan arrester surja merupakan suatu pelindung dari gangguan gelombang surja petir.
- S merupakan sakelar pentanahan atau earthing switch yang umumnya dipakai pada kegiatan pemeliharaan.

#8. Struktur Mekanikal
Struktur mekanikal yaitu suatu peralatan yang menyokong untuk dapat berdirinya trafo tagangan atau transformator tegangan, yang memiliki bagian yang terdiri dari:
- Pondasi
- Struktur penompang CVT
- Isolator penyangga untuk jenis porcelen atau polyester, yaitu tempat untuk kedudukan kapasitor memiliki fungsi sebagai media isolasi pada bagian-bagian yang bertegangan tinggi (perhatikan gambar di atas pada nomor 6).

#9. Sistem Pentanahan
SIstem pentanahan merupakan suatu peralatan yang memiliki fungsi untuk dapat mengalirkan arus lebih yang terjadi akibat tegangan surja ataupun berupa sambaran petir ke tanah.