Prinsip Pengukuran LCM Atau Leakage Current Monitoring Arrester

LCM atau disebut juga dengan Leakage Current Monitoring Lightning Arrester ataupun dikenal dengan Pengukuran Arus Bocor pada Lightning Arrester yaitu pengujian yang dilakukan untuk dapat mengetahui seberapa besar arus bocor yang mengalir pada lightning arrester. Dalam pengujian ini memerlukan suatu peralatan bantu khusus serta pengujian ini yang dilaksanakan pada saat kondisi peralatan sedang beroperasi ataupun kondisi peralatan masih mengalir tegangan dan arus. Arus yang mengalir melalui peralatan ini akan mengalami kebocoran, dan kebocoran ini yang akan diukur seberapa besar arus yang melewati peralatan tersebut yang dapat membahayakan peralatan serta manusia. Untuk itulah maka dilakukan pengujian atau pengukuran arus bocor pada lightning arrester. Di sini kita akan membahas mengenai prinsip pengukuran LCM pada lighning arrester. Mohon dapat dibaca dengan seksama.
Untuk kondisi komponen varistor ZnO pada LA bisa diketahui melalui langkah analisis arus bocor resistif dengan mengetahui prinsip dasar sebagai berikut:
1. Komponen Lightning Arrester yang non linear, ZnO, jika diberi tegangan jenis sinusoidal dapat menghasilkan arus bocor berbentuk harmonisa.
2. Arus bocor mempunyai beragam bentuk harmonisa, misalnya seperti harmonisa orde ke-3, 5, ataupun seterusnya, akan tetapi hanya arus bocor resistif yang bersama dengan harmonisa orde ke-3 lah yang paling sering menunjukkan kondisi dari komponen Varistor ZnO.
3. Dengan adanya bentuk harmonisa dari tegangan-tegangan sistem dari luar Lightning Arrester, dapat mempengaruhi hasil suatu pengukuran dari arus bocor, khususnya bentuk harmonisa yang berasal dari sistem stray capacitance . Bentuk Harmonisa yang dihasilkan dari luar lightning arrester tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pengukuran LCM, sehingga untuk kompensasi diperlukan agar dapat memperoleh hasil ukur yang lebih akurat.
4. Oleh sebab itu, langkah metode pengukuran dengan menggunakan alat uji LCM lebih dikenal dengan: Metode dalam pengukuran arus bocor resistif dengan melakukan analisis harmonisa pada orde ketiga dengan menggunakan kompensasi terhadap pengaruh dari harmonisa serta tegangan sistem. Arus bocor resistif ini dihasilkan bukan hanya melalui hasil pengukuran saja, akan tetapi juga melalui perhitungan internal yang kompleks.