Penyakit Abses Anal Penjelasan Lengkap Dan Pengobatannya

Penjelasan Penyakit Abses Anal
Abses anal adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada kelenjar anal, menyebabkan terbentuknya nanah di sekitar anus. Jenis abses anal yang paling umum adalah abses perianal, berupa bisul yang membengkak dan terasa sakit di sekitar anus. Penyakit abses anal terletak pada jaringan yang lebih dalam, sehingga tidak begitu terlihat.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Gejala Penyakit Abses Anal
Gejala-gejala yang biasanya tampak terjadi dari penyakit abses anal yaitu rasa nyeri tajam pada anus, terutama ketika duduk. Gejala-gejala lainnya yaitu iritasi pada anus,konstipasi, dan keluarnya nanah. Jika penyakit abses anal terletak lebih dalam, maka penderita dapat mengalami menggigil, demam, serta tidak enak badan (meriang). Kadang, demam hanyalah satu-satunya pertanda.
Kemungkinan terdapat gejala-gejala lain yang tidak dapat disebutkan di atas. Jika Anda memiliki rasa kekhawatiran (ketakutan) terhadap suatu gejala penyakit tertentu, maka lakukanlah konsultasikan dengan dokter Anda.
Penyebab Penyakit Abses Anal
Kemungkinan besar penyebab dari penyakit abses anal yaitu meliputi penyumbatan kelenjar anal, infeksi anal fistula, dan penyakit kelamin.

Pengobatan Penyakit Abses Anal 
Paling baik untuk mengatasi abses anal sebelum meletus. Biasanya penyakit abses anal dapat diatasi dengan melakukan tindakan bedah drainase menggunakan anestesi lokal. Kasus yang lebih parah dapat memerlukan rawat inap. Sesudah mengikuti langkah prosedur, penderita akan diberikan penawar rasa sakit serta antibiotik. Fistula dapat muncul beberapa minggu hingga tahun kemudian. Kemungkinan pasien akan memerlukan operasi fistula terpisah kemudian.
Dengan cara melakukan tindakan perawatan yang tepat, maka orang yang terjangkit penyakit abses anal dapat pulih total dengan jangka waktu yang singkat. Hal ini dapat Anda cegah untuk menghindari penyakit abses anal terjadi dengan menggunakan kondom (alat kontrasepsi) pada saat melakukan anal seks.
Pada beberapa kasus, bayi dan balita dapat mengalami kondisi ini. Penggantian popok yang sering serta pembersihan yang benar selama penggantian popok dapat membantu mencegah celah dan abses anal.