Pengujian Tan Delta Pada Trafo Arus

Menurut secara umum, untuk pengujian ini dapat dilakukan bertujuan untuk dapat mengetahui nilai suatu faktor dissipasi dari material isolasi. Penurunan kualitas isolasi yang akan mengakibatkan nilai tangen delta akan semakin tinggi. Selain dari nilai tangen delta, maka nilai suatu kapasitansi juga dapat terukur. Untuk peningkatan suatu nilai dari kapasitansi mengindikasikan kerusakan pada kualitas isolasi kertas. Masalah yang seringnya terjadi yaitu terjadinya arus hubung singkat antar lapisan pada kapasitor yang telah ditandai dengan adanya peningkatan nilai pada suatu kapasitansi.

Di gambar ini terdapat gambar yang menjelaskan rangkaian ekivalen dari sebuah isolasi serta diagram phasor arus dari kapasitansi dan arus dari resistif pada sebuah isolasi. Besarnya nilai sudut δ dapat dipengaruhi oleh besarnya nilai IC dan nilai IR. Nilai tangen delta dapat diperoleh dari rasio antara nilai IR dengan nilai IC. Pada kualitas isolasi yang sempurna, maka sudut δ akan mendekati nilai 0 (nol). Dengan membesarnya nilai sudut δ, maka mengindikasikan adanya peningkatan arus resistif yang telah melewati isolasi akibat kontaminasi. Apabila semakin besar sudut yang terbentuk, maka akan semakin buruk pula untuk kondisi isolasi atau kualitas isolasinya.

Untuk pengujian tangen delta bisa dilakukan dengan beberapa variasi cara, yaitu diantaranya adalah pengukuran tangen delta di level tegangan berbeda atau dapat dilakukan pada nilai frekuensi yang berbeda. Pengukuran tangen delta dengan cara yang berbeda dari berbagai variasi tegangan, akan lebih mudah dapat dilakukan, terlebih lagi tidak membutuhkan peralatan lainnya. Biasanya pengujian pada perusahaan-perusahaan memiliki keseragaman nilai dalam pengujian. Karena semua itu tergantung dari ekonomis serta efesiensi dari perlakuan peralatan serta arus beban yang melewati peralatan tersebut. Pada umumnya untuk tegangan yang sering digunakan yaitu: tegangan 2kV; 4kV; 6kV; 8kV; serta 10kV. Untuk kedua variasi seperti ini dapat dilakukan sebagai tindak lanjut permulaan apabila ditemukannya nilai tangen delta yang mendekati 1%.
Gambar: Rangkaian Ekivalen Isolasi serta Diagram Sudut Phasor Pengujian Tangen Delta

Pengukuran tangen delta pada trafo arus dapat dilakukan dengan cara menginjeksikan tegangan 10kV pada sisi primer yang dihubung singkat.

#A. Trafo Arus Tanpa Tes Tap
Gambar: Trafo Arus Tanpa Test Tap

Mode GST-G
Pengujian dengan mode GST-G pada trafo arus tanpa test tap memiliki tujuan untuk dapat mengetahui nilai tangen delta overall atau nilai secara umum. Pengujian seperti ini dapat dilaksanakan tanpa melepas rangkaian sekunder. Untuk tegangan uji yang digunakan juga menggunakan tegangan sebesar 10kV.
Perhatikanlah gambar di bawah ini terkait dengan pengujian mode GST-G dengan seksama.
Gambar: Rangakaian Pengujian Untuk Mode GST-G Pada Trafo Arus Tanpa Test Tap

#B. Trafo Arus Dengan Test Tap
Gambar: Trafo Arus Dengan Test Tap

Mode GST-G
Gambar: Rangkaian Pengujian Mode GST-G Pada Trafo Arus Dengan Test Tap

Mode UST
Gambar: Rangkaian Pengujian Mode UST Pada Trafo Arus Dengan Test Tap

Mode GST - Guard
Gambar: Rangkaian Pengujian Mode GST - Guard Pada Trafo Arus Dengan Test Tap

Untuk pengujian tangen delta pada trafo arus yang mempunyai test tap dapat dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali pengujian, antara lain:
1. GST - G, yaitu pengujian tangen delta yang bertujuan untuk dapat mengukur nilai tangen delta serta nilai kapasitansi secara umum atau overall dengan memakai tegangan pengujian sebesar 10kV.
2. UST, yaitu pengujian tangen delta yang bertujuan untuk dapat mengukur nilai tangen delta kapasitansi untuk C1 dengan memakai tegangan pengujian sebesar 10kV
3. GST - Guard, yaitu pengujian tangen delta yang bertujuan untuk dapat mengukur nilai tangen delta kapasitansi untuk C2 dengan memakai tegangan maksimum untuk pengujian sebesar 500V