Pengujian Kualitas Minyak Transformator

Menurut standar IEC 60422 yaitu "Supervision and Maintenance Guide for the Mineral Insulating Oil in a Electrical Equipment", untuk transformator tegangan (VT) termasuk pada kategori D yaitu instrument atau protection transformer lebih dari 170 kV serta kategori E yaitu instrumen atau protection transformer kurang atau sama dengan 170 kV. Untuk pengujian kualitas minyak yang terdapat pada transformator instrumen hanya dapat dilaksanakan pada transformator instrument dengan jenis non hermetically sealed. Untuk pengujian kualitas isolasi dapat dilaksanakan setelah VT berusia 10 tahun dalam beroperasi. Pada pengambilan sampel minyak yang kemudian adalah perlu dilaksanakan konsultasi terlebih dahulu kepada manufacturer ataupun dapat mengacu pada suatu manual instruction daripada manufacturer masing-masing.

Dalam pengujian kualitas minyak sesuai standard IEC 60422 meliputi kegiatan:
a. Pengujian Break Down Voltage (BDV)
Pengujian tegangan tembus dilaksanakan untuk dapat mengetahui kemampuan suatu minyak isolasi ketika menahan stress tegangan Pengujian ini bisa menjadi indikasi dari keberadaan kontaminan misalnya seperti kadar air dan partikel lainnya. Rendahnya suatu nilai tegangan tembus bisa mengindikasikan keberadaan salah satu dari jenis kontaminan tersebut serta tingginnya tegangan tembus juga belum tentu dapat mengindikasikan bebasnya minyak dari segala jenis kontaminan.

b. Pengujian Water Content
Pengujian kadar air untuk dapat mengetahui seberapa besar kadar air yang terkandung ataupun yang terlarut dalam minyak. Sesuai standar yang ada pada IEC 60422, maka perlunya untuk dapat melaksanakan koreksi dari hasil pengujian pada kadar air terhadap pada suhu 20oC yaitu dengan cara mengalikan hasil pengujian dengan faktor koreksi f.

Keterangan:
f = Faktor koreksi
ts = Suhu minyak pada waktu diambil atau sampling

1. Pengujian Acidity
Minyak yang mengalami kerusakan akibat teroksidasi maka akan menghasilkan senyawa asam yang akan dapat menurunkan kadar kualitas isolasi kertas pada transformator. Kandungan asam ini juga dapat menjadi penyebab proses korosi pada plat tembaga serta bagian transformator lainnya yang terbuat dari bahan metal atau logam.

2. Pengujian Dielectric Disspation Factor
Pengujian ini memiliki tujuan untuk mengukur arus bocor yang melewati minyak isolasi, yang dengan cara tidak langsung akan dapat mengukur seberapa besar hasil pengotoran ataupun pemburukan yang telah terjadi.

3. Pengujian Interfacial Tension
Pengujian IFT antara minyak dengan air yang dimaksudkan untuk bertujuan agar dapat mengetahui keberadaan suatu polar contaminant yang telah larut serta hasil proses pemburukan. Karakteristik dari IFT akan dapat mengalami penurunan nilai yang sangat signifikan atau drastis seiring dengan tingginya tingkat penuaan yang terjadi pada minyak isolasi. IFT juga dapat mengindikasikan masalah yang telah terjadi pada minyak isolasi terhadap bagian material isolasi lainnya.

4. Pengujian Dissolved Gas Analysis atau DGA
Pengujian Dissolved Gas Analysis atau DGA yaitu suatu tool diagnosa untuk mendeteksi serta mengevaluasi gangguan yang terjadi pada peralatan instalasi tenaga listrik yaitu dengan cara mengukur beberapa kadar kandungan gas yang ada di dalam minyak isolasi yang meliputi gas: Nitrogen atau N2, Oxygen atau O2, Hydrogen atau H2, Karbon monoksida atau CO, Karbon dioksida atau CO2, Metana atau CH4, Etana atau C2H6, Etilana atau C2H4, serta Asitelana atau C2H2. Berdasarkan pada standar IEC 60599 yang berbunyi, "Mineral oil impragnated electrical equipment in service-Guide to interpretation of dissolved and free gas analysis", kelainan dalam peralatan transformator instrument dapat dideteksi dengan cara menggunakan DGA.