Pengertian Dan Fungsi Transformator Tegangan

#A. Pengertian Transformator Tegangan
Transformator tegangan yaitu suatu peralatan instalasi listrik yang berfungsi untuk mentransformasi tegangan listrik dari sistem yang lebih tinggi ke suatu tegangan listrik sistem yang lebih rendah yang dipakai untuk kebutuhan, misalnya seperti peralatan indikator, peralatan ukur atau meter serta relai.
Gambar: Prinsip Kerja Transformator Tegangan

Berdasarkan gambar di atas, dapat disimpulkan:

E1 : E2 = N1 : N2 = α

Keterangan:
α merupakan perbandingan atau rasio transformasi N1 lebih besar dari N2 (N1>N2)
N1 merupakan jumlah belitan sisi primer
N2 merupakan jumlah belitan sisi sekunder
E1 merupakan tegangan sisi primer
E2 merupakan tegangan sisi sekunder

Gambar: Rangkaian Ekivalen Transformator Tegangan

Keterangan:
Im merupakan arus eksitasi atau magnetisasi
Ie merupakan arus yang disebabkan karena rugi besi

Transformator tegangan mempunyai prinsip kerja yang sama dengan transformator tenaga atau transformator daya, akan tetapi untuk rancangan transformator tegangan memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaan tersebut diantaranya adalah:
- Memiliki kapasitas yang kecil atau sebesar 10 hingga 150 VA, karena hanya digunakan untuk kebutuhan alat-alat ukur, alat proteksi, serta alat indikator
- Mempunyai tingkat ketelitian yang tinggi
- Salah satu bagian ujung terminal untuk tegangan tingginya selalu ditanahkan ataupun digrounding


#B. Fungsi Transformator Tegangan
Fungsi dari transformator tegangan antara lain yaitu:
- Untuk mentransformasikan suatu besaran tegangan sistem listrik dari yang tinggi menjadi besaran tegangan sistem listrik yang lebih rendah, sehingga dapat dipergunakan untuk peralatan proteksi serta pengukuran yang lebih aman, lebih akurat, serta lebih teliti.
- Mengisolasikan bagian primer yang memiliki tegangan sangat tinggi dengan suatu bagian sekunder yang memiliki tegangan lebih rendah untuk dapat dipergunakan pada sistem peralatan proteksi serta pengukuran peralatan di bagian sisi primer.
- Sebagai untuk standarisasi besaran tegangan sisi sekunder, misalnya seperti: 100; 100/√3; 110/√3, serta 110 Volt yang dipakai untuk kebutuhan peralatan sisi sekunder.
- Mempunyai 2 (dua) kelas, yaitu kelas untuk proteksi seperti: 3P dan 6P serta untuk kelas pengukuran seperti: 0.1; 0.2; 0.5; 1; dan 3