FMEA Lightning Arrester

FMEA (Failure Mode Effect Analysis) merupakan suatu tindakan analisis yang dilakukan untuk mendapatkan gejala atau pun tanda-tanda kegagalan pada sebuah peralatan dengan cara menerapkan keterkaitan sebab-akibat yang terjadi antara kegagalan kerja operasi yang satu dengan penyebab sebelum-sebelumnya, dan demikian lah seterusnya hingga ditemukan suatu penyebab pasti kegagalan yang paling awal terjadi untuk dapat mencegah agar kejadian yang serupa tidak akan pernah terulang kembali di hari mendatang. Dengan mengetahui suatu gejala atau tana-tanda penyebab kegagalan suatu peralatan listrik, maka dapat ditentukan pula metode inspeksi/ suatu pengujian yang perlu dilaksanakan sehingga segala kemungkinan gangguan peralatan listrik dapat dicegah sebelum kondisi berbahaya.
Dalam suatu tindakan analisis FMEA (Failure Mode Effect Analysis), maka suatu peralatan instalasi listrik dilihat berdasarkan sistem dan sub sistem bagian-bagiannya. Setiap sistem tersebut memiliki fungsi masing-masing, dan demikian pula untuk setiap sub sistem yang memiliki sub fungsi pada peralatan. Kegagalan-kegagalan dapat dilihat dari sudut pandang kegagalan sebuah sistem atau pun sebuah sub sistem dalam melaksanakan fungsi/sub fungsinya.

Dalam sebuah sistem Lightning Arrester, maka sistemnya terdiri menjadi sub sistem sebagai berikut:
1. Sub Sistem Active Part
2. Sub Sistem Insulasi
3. Sub Sistem Struktur Penyangga
4. Sub Sistem Sealing Systems
5. Sub Sistem Junction
6. Sub Sistem Pentanahan
7. Sub Sistem Grading Ring
8. Sub Sistem Monitoring.
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa suatu perlakuan atau suatu tindakan FMEA dilakukan untuk dapat mencegah peralatan tersebut mengalami kerusakan yang lebih buruk dari sebelumnya. Tindakan atau perlakuan ini diperoleh dari suatu atau pun beberapa kejadian yang pernah terjadi pada suatu peralatan tersebut berdasarkan riwayat (pengalaman) dari peralatan tersebut.Gunanya adalah untuk kehandalan sistem ketenagalistrikan terjaga dengan baik.
Perlakuan atau pun tindakan FMEA ini sangat perlu atau harus dilakukan terutama ketika pemeliharaan peralatan instalasi yang dijadwalkan sedang berlangsung untuk mencegah hal-hal buruk terulang kembali.
Namun tentunya sangat menyulitkan jika memiliki keterbatasan SDM ataupun keterbatasan peralatan dalam pengujian suatu peralatan.
Di negara maju telah melaksanakan semua tindakan untuk pencegahan peralatan hancur sebelum usianya. Bahkan mereka (di negara maju) telah melakukan penggantian ketika terjadi suatu tanda-tanda atau pun suatu gejala yang dirasa atau diperhitungkan akan membahayakan sistem penyaluran instalasi tenaga listrik. Pada umumnya mereka akan mengganti suatu peralatan berdasarkan hasil uji, bahkan berdasarkan faktor usia pemakaian meskipun di hasil uji masih baik.